Polda Kaltara Masih Kekurangan 60 Persen Personel, Malinau dan Tana Tidung Jadi Prioritas Penambahan Anggota

polda-kaltara-kekurangan-personel.jpg
Wakapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara masih menghadapi kekurangan personel yang cukup signifikan. Hingga saat ini, jumlah personel yang tersedia baru memenuhi sekitar 40 persen dari kebutuhan ideal, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 60 persen.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., usai memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Utara, Kabupaten Malinau, Senin (20/7).

Menurut Brigjen Pol. Yusuf, keterbatasan personel masih menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kalimantan Utara yang memiliki kondisi geografis luas dengan karakteristik daerah yang beragam.

“Kalau melihat kondisi wilayah, kebutuhan personel di Polda Kalimantan Utara yang tersedia baru sekitar 40 persen. Artinya masih ada kekurangan sekitar 60 persen,” ujarnya.

Akibat minimnya jumlah personel, beban kerja anggota di lapangan menjadi lebih berat. Sejumlah pekerjaan yang seharusnya ditangani oleh beberapa anggota, terpaksa dikerjakan oleh satu orang.

“Sehingga banyak pekerjaan yang seharusnya dikerjakan beberapa orang, sekarang harus dikerjakan oleh satu orang,” katanya.

Ia mengungkapkan, sejumlah wilayah masih menjadi prioritas penambahan personel, di antaranya Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung yang dinilai masih membutuhkan lebih banyak anggota Polri untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah keterbatasan tersebut, Polda Kaltara terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri. Tahun Anggaran 2026 ini, sebanyak 66 siswa telah mengikuti pendidikan di SPN Polda Kalimantan Utara yang berlokasi di Kabupaten Malinau.

Brigjen Pol. Yusuf menjelaskan, sebenarnya SPN Polda Kaltara memiliki kapasitas yang jauh lebih besar. Dengan fasilitas yang tersedia serta didukung 72 tenaga pendidik, SPN mampu menampung hingga 350 peserta didik dalam satu angkatan.

“Saat ini yang dididik ada 66 orang. Sebenarnya kalau melihat fasilitas dan tenaga pendidik, kita mampu menampung sampai 350 peserta didik. Namun jumlah yang diterima menyesuaikan kebijakan dan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Ia berharap para peserta didik yang tengah menjalani pendidikan dapat menyelesaikan seluruh tahapan dengan baik sehingga nantinya mampu memperkuat kebutuhan personel Polri, khususnya di wilayah Kalimantan Utara.

Selain meningkatkan kemampuan teknis kepolisian, pendidikan Bintara tahun ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan mental, serta penguasaan teknologi informasi dan artificial intelligence (AI) agar calon anggota Polri mampu menjawab tantangan tugas di era digital.

“Kami berharap para peserta didik dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*st)

Pos terkait