Rakornis Porprov II Kaltara di Malinau Tetapkan 44 Cabor dan 2 Eksibisi

Rakornis Porprov II Kaltara 2026. jpeg
Suasana Rakornis Porprov II Kaltara di Malinau.

TERASKALTARA.ID, MALINAU –  Cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 telah difinalisasi. Hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar di Kabupaten Malinau pada 14–15 September 2026 menetapkan 44 cabor pertandingan dan dua cabor eksibisi.

Ketua Tim Panitia Pengawas dan Pengarah Porprov II Kaltara, Wiyono Adie, mengatakan finalisasi tersebut merupakan hasil dari proses verifikasi terhadap legalitas kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) serta keberadaan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.

“Setelah kita melihat legalitas Pengprov, dalam hal itu pengurusannya, dan seterusnya dan seterusnya, kita masuk kepada tataran, seberapa banyak Pengprov itu membentuk Pengkab dan Pengkot,” ujar Wiyono saat Rakornis.

Ia menjelaskan, salah satu ketentuan dalam penetapan cabor adalah jumlah kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pertandingan. Minimal terdapat tiga kabupaten/kota untuk sebuah cabor dapat dipertandingkan.

“Minimal cabor yang bisa dipertandingkan itu adalah 3 kabupaten kota,” katanya.

Namun, terdapat kondisi tertentu yang memungkinkan sebuah cabor tetap dipertandingkan meskipun hanya diikuti dua kabupaten/kota. Ketentuan tersebut berlaku dengan catatan hasil pertandingan tidak masuk dalam perhitungan yang menentukan peringkat umum kontingen.

“Kalau misalnya cukup ada dua, kita akan pertandingkan, terlebih itu misalnya cabor PON sekali lagi dengan catatan meskipun cuma dua, dia akan kita pertandingkan tetapi tidak memperoleh medali yang mempengaruhi peringkat,” jelasnya.

Wiyono mengungkapkan, jumlah cabor dalam pembahasan sebelumnya sempat direncanakan sebanyak 48 cabor plus satu. Kemudian jumlah tersebut berkembang menjadi 48 plus dua sebelum akhirnya melalui proses verifikasi ditetapkan menjadi 44 cabor pertandingan dan dua cabor eksibisi.

“Awalnya 48 plus 1. Rakornis terakhir kan bersama gubernur dan KONI dan sebagainya, itu ditambah lagi. Nah jadi tinggal 44 dua itu, dua itu adalah eksibisi,” ujarnya.

Dari 44 cabor pertandingan tersebut, Wiyono menyebut terdapat enam kelompok olahraga, yakni 16 cabor permainan, sembilan bela diri, 13 olahraga terukur, dua olahraga akurasi atau presisi, dua olahraga kognitif, serta empat olahraga artistik dan estetik.

“Total hanya 44 plus 2,” katanya.

Selain jumlah cabor, Rakornis juga membahas kelas pertandingan masing-masing cabor. Penetapan kelas pertandingan mengacu pada Technical Handbook (THB) yang disampaikan oleh Pengprov masing-masing.

“Pertanyaannya, munculnya kelas tandingnya dari mana? Dari THB,” ujar Wiyono.

Menurutnya, ketentuan kelas pertandingan yang tercantum dalam THB menjadi dasar yang kemudian dielaborasi dalam proses teknis penyelenggaraan Porprov II Kaltara.

Dua cabor yang berstatus eksibisi tetap akan dipertandingkan dalam Porprov II Kaltara. Peserta tetap akan mendapatkan medali, namun hasilnya tidak diperhitungkan dalam penentuan peringkat kabupaten/kota.

“Dia tetap dipertandingkan, dia tetap dapat medali. Tetapi dia tidak memengaruhi peringkat dari kabupaten kota,” tegas Wiyono.

Ia mengatakan, penetapan jumlah cabor tersebut juga berkaitan dengan pemenuhan persyaratan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Pengprov.

Sejak Februari, panitia telah memberikan surat kepada Pengprov terkait proses penetapan cabor yang akan dipertandingkan.

“Sejak Februari, kami sudah memberikan surat kepada Pengprov-Pengprov tentang proses untuk penetapan pada cabor,” ujarnya.

Namun, dalam proses verifikasi masih terdapat Pengprov yang belum memenuhi prasyarat yang telah ditentukan.

“Tapi ada beberapa Pengprov yang juga tidak memenuhi prasyarat ini. Padahal itu hal mutlak dan wajib harus dipenuhi,” lanjutnya.

Dengan hasil Rakornis tersebut, Wiyono menegaskan bahwa 44 cabor menjadi bagian dari perolehan medali yang memengaruhi peringkat kontingen, sedangkan dua cabor eksibisi tetap dipertandingkan tetapi tidak masuk dalam perhitungan peringkat.

“Artinya, 44 cabor yang kita pertandingkan dan dua cabornya yang sifatnya eksibisi. Dampak daripada ini adalah yang mempengaruhi peringkat dan perolehan medali adalah 44 cabor ini. Eksibisi tidak memengaruhi peringkat,” pungkasnya. (Tk02)

Pos terkait