TERASKALTARA.ID, NUNUKAN — Pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Lumbis, Kabupaten Nunukan, tak hanya berkaitan dengan menjaga patok batas negara. Kawasan hutan yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) juga menjadi perhatian karena berpotensi menjadi jalur aktivitas ilegal, mulai dari pembalakan liar hingga perburuan satwa dilindungi.
Kondisi tersebut mendorong Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana memperkuat koordinasi dengan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Koordinasi dilakukan melalui kunjungan kerja ke Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan, yang membahas pengamanan kawasan Resor Lumbis.
Wilayah kerja Resor Lumbis berada di Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, sekaligus menjadi bagian dari kawasan TNKM yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Komandan Satgas Pamtas Yonkav 13/Satya Lembuswana, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, mengatakan pengamanan perbatasan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga sumber daya alam yang berada di kawasan tersebut.
“Tugas pengamanan perbatasan tidak hanya berfokus pada ancaman fisik terhadap kedaulatan negara, tetapi juga mencakup perlindungan aset dan sumber daya alam nasional dari tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan personel dan pos-pos Satgas Pamtas di sepanjang wilayah perbatasan dapat mendukung pengawasan kawasan hutan yang memiliki medan sulit dan akses terbatas.
Dalam koordinasi tersebut, kedua pihak membahas penguatan pemantauan terhadap patok batas negara serta pergerakan yang berpotensi menjadi aktivitas ilegal di dalam kawasan konservasi.
Kerja sama juga diarahkan pada pencegahan illegal logging dan perburuan satwa liar. Kemampuan personel dalam navigasi serta pemetaan wilayah diharapkan dapat dipadukan dengan pengetahuan teknis petugas taman nasional dalam menjaga kawasan konservasi.
Selain itu, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian, terutama di wilayah sektor Lumbis yang memiliki kawasan hutan cukup luas.
Kepala SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Hery Gunawan, menyambut positif penguatan koordinasi tersebut. Menurutnya, dukungan personel TNI di kawasan perbatasan menjadi tambahan kekuatan bagi petugas taman nasional yang memiliki keterbatasan jangkauan di wilayah terisolasi.
“Dukungan personel dan pos-pos TNI di sepanjang perbatasan memberikan penguatan yang signifikan bagi petugas taman nasional, khususnya dalam menghadapi keterbatasan jangkauan di medan yang terisolasi,” kata Hery.
Ia berharap koordinasi yang telah dibangun tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam bentuk kolaborasi pengawasan dan pengamanan di lapangan.
Sinergi antara Satgas Pamtas dan Balai TNKM dinilai penting mengingat kawasan perbatasan Lumbis memiliki dua fungsi strategis sekaligus, yakni sebagai wilayah pertahanan negara dan kawasan konservasi dengan kekayaan keanekaragaman hayati.
Dengan penguatan koordinasi tersebut, pengawasan terhadap kawasan perbatasan diharapkan semakin efektif, sekaligus menekan potensi kerusakan hutan dan aktivitas ilegal di kawasan TNKM.






