TERASKALTARA.ID, MALINAU — Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Kabupaten Malinau diwarnai aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat pedesaan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Malinau melalui Bidang Pendidikan menggelar kegiatan bertema “Pemberdayaan Perempuan dalam Sektor Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi di Indonesia” dengan subtema “Aksi Nyata Hari Kartini: Gerakan Bersama Membaca, Menulis dan Mewarnai Bersama Anak Usia Dini”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) pagi ini menyasar anak-anak Kelompok Bermain di Desa Punan Bengalun, Kecamatan Malinau Barat. Program tersebut bertujuan menghadirkan pemerataan perhatian pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedesaan.
Ketua DWP Kabupaten Malinau, Rostinawati Ernes, menegaskan bahwa selama ini akses dan perhatian terhadap pendidikan masih cenderung terpusat di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, pihaknya memilih desa sebagai lokasi kegiatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
“Kami ingin pendidikan di Kabupaten Malinau bisa dirasakan secara merata. Anak-anak di desa juga berhak mendapatkan perhatian yang sama, termasuk melalui kunjungan dan bantuan yang kami berikan,” ungkap Rostinawati Ernes.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti sesi membaca, menulis, dan mewarnai. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan serta terlibat dalam berbagai aktivitas edukatif yang disajikan secara interaktif.
Selain kegiatan belajar bersama, DWP Kabupaten Malinau juga menyalurkan berbagai bantuan untuk menunjang proses pendidikan anak-anak. Bantuan tersebut meliputi buku bacaan, alat tulis, pensil warna, perlengkapan mewarnai, hingga buku gambar.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada kebersihan lingkungan belajar dengan penyerahan perlengkapan seperti sapu, sapu lidi, dan serokan (pengki). Kegiatan ini turut dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang mereka.
Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Malinau berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak sejak usia dini di wilayah pedesaan. (PROKOMPIM MALINAU)




