Usai Terbakar Umat Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku Beribadah di Balai Desa, Butuh Rp 3,5M Untuk Bangun Gereja Baru

gereja-katolik-tulin-onsoi.jpg.
Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku-Tulin Onsoi pasca kebakaran.

TERASKALTARA.ID, NUNUKAN– Musibah kebakaran yang menghanguskan Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku–Tulin Onsoi di Jalan Pembangunan I RT 01, Desa Sekikilan, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, pada 13 Juni 2026, masih menyisakan duka mendalam bagi umat Katolik setempat.

Pastor Paroki Santo Yosep Sebuku–Tulin Onsoi, Yovianus Tarukan, MSC, mengaku hingga kini masih merasakan trauma akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab melayani umat tetap menjadi prioritas utama.

“Sampai saat ini saya masih trauma jika mengingat kejadian tersebut. Namun, yang lebih penting bagi saya adalah bagaimana tetap memberikan pelayanan kepada umat semaksimal mungkin,” ujarnya kepada TERASKALTARA.ID, Jumat (26/6/2026).

Untuk sementara, seluruh kegiatan ibadah dipindahkan ke Balai Desa Balai desa Sekikilan. Kec. Tulin onsoi.. Di tengah keterbatasan tersebut, pihak paroki juga mulai mempersiapkan pembangunan gereja baru agar pelayanan kepada umat dapat kembali berjalan secara normal.

“Sementara ini kami melaksanakan ibadah di Balai desa Sekikilan. Kec. Tulin onsoi.sambil mempersiapkan rencana pembangunan gereja yang baru,” katanya.

Menurut Yovianus, pembangunan gereja baru membutuhkan anggaran yang cukup besar karena seluruh proses harus dimulai dari awal, mulai dari pematangan lahan hingga pembangunan gedung secara permanen.

“Gereja yang kami rencanakan akan dibangun secara permanen. Karena harus dimulai dari nol, termasuk pematangan lahan dan berbagai persiapan lainnya, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp3,5 miliar,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan gereja baru. Selain itu, ia juga mengharapkan perhatian dari Kementerian Agama, pihak swasta, serta masyarakat agar pembangunan kembali rumah ibadah tersebut dapat segera direalisasikan.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat memberikan perhatian berupa bantuan untuk pembangunan gereja ini. Kami juga berharap adanya dukungan dari Kementerian Agama, pihak swasta, maupun masyarakat agar pembangunan gereja dapat segera terlaksana,” tutupnya. (*st)

Pos terkait