Hendak Berobat, Perempuan di Tarakan Ditemukan Meninggal di Depan Mangrove

Jenazah JDN sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak tindakan visum lebih lanjut.

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Seorang perempuan berinisial JDN ditemukan meninggal dunia di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan kawasan Mangrove, Kota Tarakan, Rabu (30/9/2026) petang. Sebelum ditemukan tak sadarkan diri, korban sempat berpamitan kepada anaknya untuk pergi berobat ke arah Kompleks Guser.

Korban yang berdomisili di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, itu diketahui keluar dari rumah sekitar pukul 16.05 WITA. Namun, sekitar 25 menit kemudian, anak korban mendapat kabar bahwa ibunya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasi Humas IPTU Rusli membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan awal keluarga, korban memang sempat menyampaikan keinginannya untuk berobat sebelum meninggalkan rumah.

“Kalau informasi awal yang kami dapat, sekitar pukul 16.05 WITA korban sempat bilang ke anaknya mau pergi berobat ke arah depan Kompleks Guser. Setelah itu korban keluar dari rumah,” ujar Rusli, Kamis (1/10/2026).

Anak korban kemudian mendapat informasi dari seorang temannya sekitar pukul 16.30 WITA, bahwa ibunya ditemukan tak sadarkan diri di sekitar depan Kompleks Guser. Mendapat kabar tersebut, anak korban langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi ibunya.

Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui telah meninggal dunia. Keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan penanganan awal sebelum menghubungi kepolisian.

“Anaknya dapat kabar dari temannya, kemudian langsung datang ke lokasi. Saat sampai di sana, korban memang ditemukan sudah tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui sudah meninggal,” jelasnya.

Petugas Polsek Tarakan Barat yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga mengumpulkan informasi dari pihak keluarga guna mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.

Rusli menegaskan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan tidak ingin berspekulasi mengenai kejadian tersebut.

“Rangkaian kejadiannya masih kami kumpulkan. Kami tidak mau menyampaikan lebih jauh kalau memang belum ada informasi yang jelas. Yang kami pegang sekarang keterangan keluarga dan saksi yang sudah kami mintai keterangan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan visum terhadap jenazah korban di Mako Polsek Tarakan Barat. Dengan demikian, pemeriksaan lebih lanjut melalui visum di RSUD Kota Tarakan tidak dilakukan atas penolakan keluarga tersebut.

“Untuk visum, keluarga sudah membuat surat pernyataan menolak. Itu sudah dibuat di Polsek Tarakan Barat. Jadi untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, keluarga sudah menyatakan penolakannya,” kata Rusli.

Polres Tarakan mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut. Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai peristiwa itu juga diminta menyampaikannya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Kalau ada informasi yang beredar, jangan langsung disimpulkan atau disebarkan kalau belum tahu sumbernya. Kalau ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, silakan sampaikan kepada polisi supaya bisa kami cek,” pungkasnya.

Pos terkait