Hendak Salip Truk, Pengendara Mio Soul Tewas di Kampung Satu Tarakan

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Pulau Banda, tepatnya di kawasan Kampung Satu, Tarakan, Kamis (1/10/2026).

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Pulau Banda, tepatnya di kawasan Kampung Satu, Tarakan, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.20 WITA. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terjatuh saat berusaha mendahului truk yang melaju searah.

Korban diketahui bernama Hartono, pengendara sepeda motor Yamaha Mio Soul berwarna merah dengan nomor polisi KU 2505 GF. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat benturan dengan roda belakang truk Mitsubishi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kasat Lantas Polres Tarakan IPTU Ardi Wisnu Pradana menjelaskan, kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah kawasan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kampung Satu menuju Jalan Pulau Bandar, tepatnya ke arah simpang SMK Kesehatan.

Setibanya di depan sebuah tempat servis telepon seluler di kawasan Kampung Satu, korban berusaha mendahului truk Mitsubishi bernomor polisi KU 8097 GU yang dikemudikan Agung Pailoni.

Namun, saat melakukan manuver tersebut, dari arah berlawanan melintas kendaraan lain. Korban kemudian kehilangan kendali hingga terjatuh ke sisi kiri dan membentur roda belakang sebelah kanan truk.

“Pada saat hendak mendahului kendaraan truk dari arah berlawanan ada kendaraan lain yang melintas. Pengendara sepeda motor kehilangan kendali dan terjatuh ke sebelah kiri, kemudian membentur roda bagian belakang sebelah kanan kendaraan truk,” jelas Ardi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian kepala. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Korban mengalami luka pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Jusuf SK,” ungkapnya.

Sementara itu, pengemudi truk yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan di Mako Satlantas Polres Tarakan di kawasan Kampung Bugis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kecelakaan.

Ardi mengatakan, pihaknya turut meminta rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sejumlah tempat usaha di sekitar lokasi untuk memperjelas kronologi kecelakaan.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi, termasuk dari pemilik konter dan toko-toko di sekitar lokasi. Ada beberapa CCTV yang sedang kami mintakan agar kejadian ini bisa lebih jelas,” katanya.

Menurutnya, kondisi lokasi yang cukup ramai dengan aktivitas masyarakat dan pertokoan membuat keterangan saksi serta rekaman CCTV diperlukan untuk melengkapi proses penyelidikan.

Ardi menegaskan, setiap kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kerugian, baik berupa kerusakan kendaraan maupun korban manusia, akan ditindaklanjuti dengan penerbitan laporan polisi.

Saat ini, Satlantas Polres Tarakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan tersebut.

Pos terkait