Lindungi Pernapasan dari Kabut Asap, DKPPKB Malinau Sarankan Masker N95 atau KN95 

kondisi-udara-malinau.jpg.
Potret langit Malinau yang berwarna abu-abu pekat karena asap kiriman karhutla.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Masyarakat Kabupaten Malinau diimbau meningkatkan perlindungan kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang disarankan adalah menggunakan masker N95 atau KN95 saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan hasil pemantauan kualitas udara pada 12-13 Oktober 2026 menunjukkan peningkatan partikel pencemar dibandingkan kondisi pada pertengahan September.

Bahkan, hasil pengukuran pada parameter yang dipantau menunjukkan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian paru-paru yang lebih dalam.

“Apabila harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker yang terpasang dengan baik, dan bila memungkinkan gunakan masker N95 atau KN95 yang sesuai dengan ukuran wajah,” imbau Yuli Triana, Kamis, (15/10).

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi asap sedang pekat. Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.

Jika tersedia, penggunaan penyaring udara di dalam rumah juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan polutan. Masyarakat turut diimbau menghindari kegiatan yang menghasilkan asap, seperti membakar sampah dan merokok di dalam ruangan.

Yuli menegaskan, perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma, gangguan paru-paru, maupun penyakit jantung.

Paparan kabut asap tidak hanya berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Pada orang yang telah memiliki penyakit pernapasan, paparan asap bahkan dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul selama kondisi kabut asap berlangsung. Keluhan seperti batuk yang semakin berat, sesak napas, napas berbunyi, atau iritasi mata perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jika mengalami sesak napas berat, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis,” tegasnya.

DKPPKB Malinau juga mengajak masyarakat terus mengikuti informasi perkembangan kualitas udara dan arahan pemerintah. Upaya perlindungan kesehatan dinilai penting dilakukan bersama selama kondisi kabut asap masih berlangsung. (tk02)

Pos terkait