TERASKALTARA.ID, JAKARTA,\. 15/10 (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko dan Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Dalam pelantikan yang dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, Presiden melantik Satyawan Pudyatmoko dan Sriyanto sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 43M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian sumpah jabatan yang diucapkan Satyawan dan Sriyanto dituntun oleh Presiden.
Selepas pengambilan sumpah, dia kemudian menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Presiden dan selanjutnya turut menandatangani berita acara tersebut.
Satyawan sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan sebelum akhirnya dilantik sebagai Kepala BPGMN.
Tidak hanya itu, dia juga memiliki pengalaman di bidang pengelolaan gambut dan mangrove karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Perencanaan dan Evaluasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
BRGM merupakan lembaga yang sebelumnya menangani restorasi ekosistem gambut dan rehabilitasi mangrove di sejumlah provinsi prioritas. Masa tugas lembaga tersebut berakhir pada 31 Desember 2024.
Sedangkan Siryanto sebelumnya menjabat sebagai Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten.
Pembentukan BPGMN diputuskan oleh Presiden pada 24 September 2026 untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan karhutla.
Keputusan tersebut diambil setelah Presiden berdiskusi dengan sejumlah akademisi dan pakar mengenai pengelolaan lahan gambut serta penanganan kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya pada Jumat (25/9) mengatakan pembentukan BPGMN merupakan salah satu hasil pembahasan Presiden bersama para ahli.
Menurut Teddy, badan tersebut diarahkan untuk memperkuat pencegahan karhutla melalui penelitian, pemetaan, sistem deteksi dini serta pemantauan titik panas di kawasan gambut.
“Badan ini akan melibatkan para ilmuwan dan profesional,” katanya.
Pelibatan ilmuwan dan profesional tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan gambut berbasis penelitian serta mendukung pencegahan kebakaran sejak dini.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Benardy Ferdiansyah







