Antisipasi ISPA di Tengah Kabut Asap, Dinkes P2KB Malinau Bagikan 2.200 Kotak Masker 

antisipasi-ispa-kabut-asap-malinau.jpeg
Dinkes P2KB Malinau saat membagikan masker di jembatan Malinau Kota.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau mengambil langkah antisipatif terhadap dampak kabut asap yang mulai memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk perlindungan dini kepada masyarakat, Dinkes P2KB Malinau menggelar gerakan pembagian masker gratis di sejumlah titik strategis. Sebanyak 2.200 kotak masker disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kepala Dinkes P2KB Malinau, Yuli Triana, mengatakan pembagian masker dilakukan karena paparan kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.

“Karena kita melihat dampak dari kabut asap itu berdampak terhadap kesehatan. Yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah yang pertama menggunakan masker. Itu paling cepat,” katanya saat diwawancarai.

Menurutnya, pembagian masker tersebut tidak hanya sebatas memberikan perlindungan berupa alat pelindung pernapasan. Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Yuli mengingatkan sejumlah kelompok masyarakat lebih rentan terdampak paparan kabut asap, di antaranya lanjut usia, anak-anak, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit berkaitan dengan sistem pernapasan.

“Tidak semua masyarakat tahu bahwa kabut asap ini bisa menimbulkan penyakit, khususnya kepada kelompok-kelompok rentan,” ujarnya.

Selain menggunakan masker saat berada di luar ruangan, masyarakat juga diminta memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Dinkes P2KB juga mengimbau masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan serta menutup pintu dan jendela guna mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

Di tengah kondisi kabut asap, Dinkes P2KB Malinau turut meningkatkan pemantauan terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Yuli mengatakan ISPA merupakan salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai akibat paparan kabut asap.

“Yang biasa berdampak terhadap kabut asap itu biasanya ISPA. Kami dari Dinas Kesehatan tetap memantau apakah di semua wilayah kita di Kabupaten Malinau ada peningkatan penyakit ISPA,” jelasnya.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Malinau sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Dari 2.200 kotak masker yang tersedia, masing-masing kotak berisi 50 lembar, Yuli menyebut stok tersebut masih cukup untuk mendukung pembagian masker kepada masyarakat. Distribusi juga tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi akan diupayakan menjangkau kawasan pedalaman dan perbatasan.

“Untuk saat ini menurut kami masih aman untuk kita bagikan ke masyarakat, bukan hanya wilayah perkotaan. Wilayah perbatasan dan pedalaman kami upayakan juga,” katanya.

Namun, pendistribusian ke wilayah pedalaman dan perbatasan akan disesuaikan dengan kondisi akses transportasi, termasuk kemungkinan penerbangan.

Untuk wilayah perkotaan, pembagian masker dilakukan di enam titik, yakni Simpang Tiga Kuala Lapang, Simpang Tiga Lampu Merah Tanjung Belimbing, Simpang Empat Lampu Merah arah Batu Lidung, Simpang Empat Lampu Merah Terminal, Simpang Empat Lampu Merah Jembatan Malinau Kota, serta Simpang Empat Malinau Seberang.

Selain membagikan masker, petugas di masing-masing titik juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Dinkes P2KB Malinau juga mengantisipasi kemungkinan kabut asap berlangsung dalam waktu yang lebih panjang dengan menyiapkan langkah penambahan stok masker.

“Kami juga tetap mengantisipasi kabut asap yang berkepanjangan. Kita tidak tahu kapan selesainya. Ada upaya kami untuk menambah stok,” pungkasnya. (*ntl)

Pos terkait