Baru 8 dari 17 Puskesmas Ramah Anak, Dinkes Malinau Genjot Percepatan

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau menyoroti masih belum meratanya penerapan standar puskesmas ramah anak sebagai bagian dari pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) klaster 3.

Kepala Dinas Kesehatan Malinau, Yuli Triana, mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru 8 dari total 17 puskesmas yang telah memenuhi standar sebagai puskesmas ramah anak.

“Untuk saat ini puskesmas ramah anak itu baru terdapat di delapan puskesmas. Artinya masih ada sembilan puskesmas yang perlu ditingkatkan,” ujarnya saat rapat evaluasi KLA.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama pihaknya dalam meningkatkan capaian indikator perlindungan anak di sektor kesehatan.

Dinkes pun menargetkan percepatan agar seluruh puskesmas di Malinau dapat memenuhi standar layanan ramah anak. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan. “Kami akan melakukan percepatan dengan menetapkan seluruh puskesmas menjadi puskesmas ramah anak, tentunya dengan pemenuhan standar layanan dan fasilitas yang mendukung,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan bagi tenaga kesehatan juga akan diperkuat agar pelayanan terhadap anak dapat berjalan optimal dan sesuai standar.

Yuli juga mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti keterbatasan tenaga medis dan fasilitas di beberapa wilayah, termasuk daerah terpencil. “Masih ada fasilitas kesehatan yang kekurangan dokter, bahkan ada yang belum memiliki tenaga dokter. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus kita selesaikan,” tegasnya.

Melalui berbagai strategi tersebut, Dinas Kesehatan optimistis percepatan pemenuhan puskesmas ramah anak dapat tercapai, kedepan tantangan dalam strategi ini tentunya butuh tenaga ekstra mengingat beberapa wilayah Malinau masih bagian dari 3T.

Pos terkait