TERASKALTARA.ID, NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Iwan Sabri, menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah kebakaran yang menghanguskan Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku–Tulin Onsoi di Desa Sekikilan, Kecamatan Tulin Onsoi.
Iwan Sabri mengatakan, peristiwa tersebut bukan hanya menjadi duka bagi umat Katolik, tetapi juga menjadi keprihatinan seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan. Ia berharap seluruh umat serta masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit dari musibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan turut berduka cita atas musibah kebakaran yang menimpa Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku–Tulin Onsoi. Semoga Pastor, seluruh umat, dan masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan, kekuatan, serta penghiburan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi TERASKALTARA.ID, Jumat (26/6).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen memberikan dukungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak gereja, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait untuk mengupayakan pembangunan kembali gereja tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak gereja, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait agar proses pembangunan kembali gereja dapat diupayakan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku. Semoga rumah ibadah tersebut dapat segera berdiri kembali sehingga dapat digunakan oleh umat untuk beribadah dengan nyaman,” kata Iwan Sabri.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap Gereja Katolik Paroki Santo Yosep dapat segera dibangun kembali sehingga umat dapat kembali melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat persaudaraan, gotong royong, dan toleransi dalam membantu proses pemulihan pascakebakaran.
“Musibah ini menjadi duka bagi kita semua. Mari kita perkuat semangat persaudaraan, gotong royong, dan toleransi dalam membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami cobaan,” Tutupnya (*st)






