TERASKALTARA.ID, MALINAU– Layanan penanganan penyakit jantung melalui unit catheterization laboratory (CATHLAB) di RSUD Malinau ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Saat ini, persiapan dari sisi sumber daya manusia (SDM) telah rampung dan rumah sakit tinggal menunggu pengiriman peralatan medis utama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Direktur RSUD Malinau, dr Anak Agung Gde Dwipa Byantara, mengatakan tim medis yang akan mendukung operasional CATHLAB telah disiapkan. Termasuk dokter spesialis jantung yang sebelumnya dikirim untuk mengikuti pelatihan khusus di Shanghai, China.
Dokter tersebut telah kembali ke Malinau setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan klinis intervensi pembuluh darah dan jantung, termasuk kursus tindakan pemasangan ring jantung.
“Dokter yang kami kirim ke Shanghai, China untuk pelatihan CATHLAB, kursus pemasangan ring jantung itu sudah kembali. Jadi kami tinggal menunggu drop alat cathlab dari Kemenkes,” jelasnya.
Menurutnya, selain dokter spesialis, tenaga perawat yang akan mendukung layanan tersebut juga telah dipersiapkan. Bahkan, sebagian tenaga kesehatan telah dikirim untuk mengikuti pelatihan sebagai bagian dari persiapan operasional.
“Kalau operasional belum jalan, tapi tim sudah siap dan perawat sudah saya kirim. Tinggal menunggu alatnya datang saja untuk running,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak RSUD Malinau belum dapat memastikan kapan tepatnya peralatan CATHLAB tersebut tiba. Manajemen rumah sakit masih melakukan koordinasi dengan Kemenkes RI untuk mendapatkan kepastian terkait jadwal pengiriman alat.
“Targetnya tahun ini, tapi untuk bulan pastinya belum bisa dipastikan lagi,” lanjutnya.
CATHLAB merupakan fasilitas medis yang digunakan untuk melakukan tindakan diagnostik maupun intervensi pada pembuluh darah dan jantung. Dengan adanya fasilitas ini, penanganan pasien dengan gangguan jantung tertentu, termasuk tindakan intervensi seperti pemasangan ring, diharapkan dapat dilakukan di Malinau.
Selama ini, pasien yang membutuhkan tindakan khusus terkait penyakit jantung harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Kehadiran CATHLAB di RSUD Malinau diharapkan dapat memperkuat kemampuan layanan kesehatan daerah sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan untuk kasus-kasus yang dapat ditangani secara lokal.
Penyediaan CATHLAB tersebut merupakan bagian dari program hibah nasional Kemenkes RI dalam penguatan jejaring layanan penyakit prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
Dalam skema tersebut, pemerintah daerah melalui RSUD Malinau bertanggung jawab menyiapkan gedung, sarana pendukung, serta sumber daya manusia. Sementara peralatan medis utama CATHLAB disediakan oleh pemerintah pusat melalui Kemenkes RI.
Dengan kesiapan tenaga medis dan sarana pendukung yang terus dimatangkan, RSUD Malinau berharap layanan CATHLAB dapat segera direalisasikan begitu peralatan utama tiba. Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi tambahan fasilitas strategis dalam meningkatkan akses masyarakat Malinau terhadap pelayanan kesehatan jantung. (*ntl)







