Dari Ekstrakurikuler hingga Pembawa Baki, Perjalanan Novi Claudya di Paskibra Malinau

Ket Foto: Novi Claudya, siswi SMAN 8 Malinau saat membawa baki pada HUT RI Ke-81 di Malinau.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Kepercayaan menjadi pembawa baki pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Senin (17/8), menjadi pengalaman berharga bagi Novi Claudya.

Siswi kelas XI SMAN 8 Malinau itu tidak menyangka perjalanan yang dimulainya dari kegiatan ekstrakurikuler Paskibra saat duduk di kelas X, berujung pada kepercayaan mengemban salah satu tugas penting dalam upacara kemerdekaan tingkat Kabupaten Malinau.

Novi yang lahir di Malinau pada 30 November 2010 merupakan putri dari Amir Biston Napitupulu dan Esnataria Sihombing. Ia berdomisili di Kuala Lapang RT 8.

“Saya Novi Claudya, asal sekolah SMA 8, kelas 11,” ujar Novi saat diwwancarai usai Upacara Peringatan Hut RI-81 diKabupaten Malinau.

Untuk menjalankan tugas sebagai pembawa baki, Novi bersama anggota Paskibra lainnya menjalani latihan intensif selama kurang lebih 20 hari. Latihan tersebut menjadi bagian dari proses untuk membangun kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, sekaligus kemampuan menjalankan tugas dengan baik.

Meski baru sekitar satu tahun bergabung dengan Paskibra, Novi mendapat kepercayaan untuk membawa baki pada momentum bersejarah tersebut.

Ia mengaku sempat tidak menyangka mendapat kepercayaan tersebut karena merasa masih banyak anggota lain yang juga layak menjalankan tugas serupa.

“Jujur senang, bahkan karena enggak nyangka. Mungkin masih banyak yang layak, tapi saya dipercayakan,” tuturnya.

Saat menjalankan tugas di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang hadir, Novi merasakan berbagai emosi. Ketegangan yang dirasakan bercampur dengan rasa haru dan bangga karena dapat mengambil bagian dalam peringatan HUT ke-81 RI.

“Tegang, terharu, dan bangga,” ungkapnya.

Momen tersebut juga semakin istimewa karena kedua orang tua Novi hadir dan menyaksikan langsung dirinya menjalankan tugas sebagai pembawa baki.

Bagi Novi, pengalaman selama mengikuti Paskibra bukan sekadar latihan baris-berbaris. Proses tersebut turut membentuk mental, fisik dan rasa percaya dirinya.

Pengalaman itu juga menjadi bekal bagi Novi untuk menatap cita-citanya setelah menyelesaikan pendidikan. Ia berencana mendaftarkan diri menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Keinginan tersebut terinspirasi dari sang ayah yang ingin ia ikuti jejaknya.

“Rencana ke depan mau daftar polisi. Mau ikut kayak bapak aja,” katanya.

Setelah merasakan langsung proses latihan hingga mendapat kepercayaan membawa baki, Novi turut memberikan pesan kepada teman-teman dan adik kelas yang ingin mengikuti Paskibra.

Ia mengingatkan pentingnya konsisten berlatih, belajar dan membangun kepercayaan diri. Menurutnya, kesiapan menjadi Paskibra tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga mental yang kuat.

“Banyak-banyak latihan, belajar, percaya diri, biar bisa jadi pas keberangkatan juga, membuat mental dan fisik,” pesannya.

Perjalanan Novi dari mengikuti ekstrakurikuler Paskibra hingga dipercaya membawa baki pada upacara HUT ke-81 RI menjadi pengalaman yang membanggakan. Dari proses tersebut, ia belajar mengenai disiplin, tanggung jawab dan keberanian untuk menjalankan tugas.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Novi untuk terus mengembangkan diri sekaligus mengejar cita-citanya mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri. (*ntl)

Pos terkait