TERASKALTARA.ID, MALINAU – Sebuah bangunan sarang burung walet di RT 06 Desa Malinau Hulu, Gang Cendana, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, terbakar pada Jumat (24/7) malam. Kebakaran diduga dipicu sambaran petir yang mengenai bagian atas bangunan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Berkat respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Malinau, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Tjito Widjaja, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 22.23 WITA dari seorang warga bernama Abdul.
“Berdasarkan informasi awal di lapangan, api pertama kali terlihat berasal dari bagian atas bangunan sarang burung walet. Pada saat kejadian, wilayah tersebut sedang mengalami hujan lebat disertai petir yang cukup besar dan pemadaman aliran listrik,” ujar Rury saat dikonfirmasi TerasKaltara, Sabtu (25/7).
Ia menjelaskan, bangunan sarang burung walet milik Bustanudin tersebut berukuran sekitar 4 x 6 meter dengan tiga tingkat dan berada di kawasan permukiman penduduk, tepat di belakang rumah warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan upaya penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan lain.
Setelah menerima laporan, Damkar Malinau langsung mengerahkan personel dan armada dari Sektor Induk, Sektor Utara, dan Sektor Barat menuju lokasi kejadian. Sebanyak 40 personel diterjunkan dalam proses pemadaman.
Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 22.26 WITA atau hanya tiga menit setelah laporan diterima. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan secara menyeluruh hingga dipastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
“Respons cepat personel di lapangan berhasil mencegah api merambat ke rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi. Penanganan kebakaran selesai pada pukul 23.30 WITA dan situasi dinyatakan aman serta terkendali,” katanya.
Berdasarkan hasil informasi awal di lapangan, kebakaran diduga berasal dari sambaran petir yang mengenai bagian atas bangunan walet. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang.
Akibat kejadian tersebut, satu unit bangunan kayu sarang burung walet mengalami kerusakan akibat kebakaran. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka dalam peristiwa itu. Namun, kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Dalam penanganan kebakaran, Damkar Malinau mengerahkan satu unit mobil komando, satu unit mobil rescue, dua unit mobil tembak, satu unit mobil supply serta dua unit mesin portable. Selain personel Damkar, unsur Kepolisian dan PLN juga turut berada di lokasi untuk membantu penanganan kejadian.
Rury menambahkan, petugas sempat menghadapi kendala berupa lokasi kejadian yang berada di kawasan permukiman dengan akses yang relatif sempit serta kondisi cuaca yang masih diguyur hujan lebat. Meski demikian, upaya penyekatan dan pemadaman berhasil dilakukan sehingga api tidak sempat merambat ke bangunan warga lainnya. (*st)







