TERASKALTARA.ID, MALINAU – Warga Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau, keluhkan minimnya obat-obatan di Puskesmas Long Sule.
Keluhan itu disampaikan Rama, warga Desa Long Sule, melalui sebuah rekaman video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Rama mengaku berbicara mewakili warga Desa Long Sule dan Desa Long Pipa.
Rama mengatakan, persoalan keterbatasan obat dan layanan kesehatan di wilayahnya bukan persoalan baru. Menurutnya, keluhan tersebut telah dipendam warga selama bertahun-tahun.
“Masalah ini sudah cukup lama kami simpan-simpan dan kami pendam masalah pelayanan obat-obatan yang ada di Desa Long Sule,” kata Rama dalam rekaman tersebut.
Rama mengungkapkan kedua anaknya saat ini sedang sakit dan belum sembuh setelah beberapa hari. “Pagi ini, anak saya, kedua anak saya lagi sakit. Sudah beberapa hari tidak sembuh-sembuh,” ujarnya.
Persoalan serupa, kata dia, juga kerap dialami oleh warga lainnya. Pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut sering dirujuk ke Malinau, sementara kondisi geografis dan biaya menjadi kendala bagi masyarakat.
“Dari tahun yang lalu kami dirujuk ke Malinau, kembali lagi dirujuk lagi ke Malinau. Ini kami tidak punya biaya, tidak punya dana, Pak, tidak punya uang untuk terus-terusan turun kembali ke Malinau untuk berobat,” katanya.
Rama juga mempertanyakan kondisi pelayanan di Puskesmas Long Sule. Ia menyebut bangunan puskesmas sudah megah, namun menurutnya belum diikuti ketersediaan obat dan tenaga kesehatan yang memadai.
“Padahal bangunan sudah megah, Puskesmas sudah ada, tapi tidak ada obat, tidak ada tenaga kesehatan,” ucapnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Malinau serius memperhatikan kondisi pelayanan kesehatan di Desa Long Sule dan Desa Long Pipa.
Rama bahkan mengingatkan risiko yang dapat terjadi apabila warga dalam kondisi sakit tidak mendapatkan penanganan yang memadai.
“Karena jika terjadi sesuatu di tempat kami, umpama ada warga kami sakit terus meninggal di sini, otomatis kemarahan kami meluap-luap,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini banyak warga di Desa Long Sule dan Desa Long Pipa yang sedang sakit. Karena itu, ia meminta pemerintah segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Ini tolong dipikirkan baik-baik. Ini mohon maaf sebelumnya jika saya nerobos, karena perasaan ini sudah kami, kedua desa ini sudah dipendam beberapa tahun sudah ini. Sudah dua tahun sudah kami pendam-pendam dan saya memberanikan diri untuk menyampaikan ini,” kata Rama.
Ia juga meminta masyarakat membantu menyebarkan rekaman tersebut agar persoalan yang mereka hadapi mendapat perhatian pemerintah.
“Tolong kepada teman-teman untuk share video ini, sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Malinau untuk menindaklanjuti tindakan ini. Ini masalah serius, Pak,” tegasnya.
Kepala Desa Long Sule, Jarot Irei, membenarkan keluhan yang disampaikan warganya tersebut.
Jarot menjelaskan rekaman video itu dibuat oleh warganya sekitar tiga pekan lalu. Menurut dia, kondisi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut hingga kini belum berubah.
“Memang benar kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan di Puskesmas Long Sule,” ujar Jarot, Senin (9/26) .
Menurut Jarot, Puskesmas Long Sule tidak memiliki dokter dan masih kekurangan tenaga perawat.
Untuk ketersediaan obat, kata dia, dinas terkait telah mengirimkan obat sebanyak dua kali pada April 2026. Namun, setelah pengiriman tersebut belum ada pengiriman berikutnya.
Hingga berita ini ditulis, kondisi keterbatasan obat dan tenaga kesehatan di Puskesmas Long Sule masih menjadi keluhan warga setempat.







