TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Kepolisian memastikan penemuan jenazah seorang pria berinisial BS (66) di rumah kontrakan di Jalan Anggrek, Gang 2, RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, tidak berkaitan dengan unsur kriminal.
Korban ditemukan meninggal dunia pada Senin (20/4/2026) malam sekitar pukul 19.00 WITA, setelah warga mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah sejak sore hari.
Kapolres Tarakan melalui Kapolsek Tarakan Barat, IPTU Madong, menjelaskan laporan pertama kali diterima dari warga sekitar yang curiga dengan aroma menyengat tersebut.
“Sekitar pukul 17.30 WITA masyarakat mulai mencium bau tidak sedap. Kemudian tetangga menghubungi pemilik kontrakan dan bersama Bhabinkamtibmas datang untuk melakukan pengecekan,” ujar Madong.
Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, baik pintu depan maupun belakang. Warga bersama petugas kemudian membuka paksa pintu untuk memastikan sumber bau.
“Setelah pintu dibuka, korban ditemukan dalam posisi tertidur tengkurap miring di atas kasur dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan visum dokter, korban diperkirakan telah meninggal dunia sejak tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.
“Perkiraan dokter dan analisa di lapangan, korban sudah meninggal sekitar 3 sampai 4 hari,” katanya.
Madong menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di lokasi kejadian. Di sekitar korban juga ditemukan sejumlah obat-obatan.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dari keterangan keluarga, yang bersangkutan memang memiliki riwayat sakit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, korban diketahui kerap mengeluhkan sakit pada bagian lambung, kepala, dan dada. Bahkan keluarga sempat mengajak korban untuk tinggal bersama, namun ia memilih tetap tinggal sendiri.
“Saudaranya sudah menyiapkan kamar dan sempat mengajak korban pindah, tetapi korban memilih tetap tinggal sendiri,” tuturnya.
Diketahui, terakhir kali korban terlihat warga pada Jumat pagi dalam kondisi masih beraktivitas seperti biasa, sebelum akhirnya tidak terlihat hingga ditemukan meninggal dunia.
“Kesimpulannya, korban meninggal karena sakit, bukan karena tindak kekerasan,” tegas Madong.




