TERASKALTARA.ID, MALINAU – Hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Malinau pada Senin (13/7) secara umum berjalan lancar. Namun, dua sekolah dasar di Kecamatan Malinau Utara terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara akibat banjir yang merendam lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Muhammad Fiteriady, mengatakan pihaknya sejak pagi telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan pelaksanaan hari pertama sekolah berjalan sesuai ketentuan. Monitoring juga dilakukan sebagai tindak lanjut surat edaran pemerintah mengenai pendampingan orang tua pada hari pertama masuk sekolah.
“Hari ini memang hari pertama masuk sekolah. Sesuai surat edaran, kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya yang anaknya baru masuk SD maupun SMP, agar dapat mengantar atau mendampingi anaknya pada hari pertama sekolah,” ujarnya saat di konfirmasi.
Selain memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, Dinas Pendidikan juga meninjau wilayah yang terdampak banjir. Dari hasil pemantauan, terdapat dua sekolah yang sementara waktu diliburkan karena kondisi banjir cukup tinggi sehingga aktivitas belajar tidak memungkinkan dilaksanakan.
Dua sekolah tersebut yakni SDN 04 Putat dan SDN 06 Belayan di Kecamatan Malinau Utara. Fiteriady mengaku dirinya bersama Bupati Malinau bahkan harus menggunakan perahu ketinting untuk menjangkau lokasi terdampak banjir.
“Kami melakukan kunjungan ke Putat dan Belayan. Ada dua sekolah yang harus diliburkan sementara karena sekolahnya terendam banjir. Bahkan untuk menuju lokasi kami menggunakan ketinting karena akses darat sudah tidak memungkinkan,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan secara keseluruhan pelaksanaan hari pertama sekolah di Kabupaten Malinau berlangsung kondusif. Dinas Pendidikan juga terus menerima laporan dari sekolah-sekolah di wilayah pedalaman dan perbatasan yang disampaikan secara bertahap menyesuaikan kondisi jaringan komunikasi.
“Secara keseluruhan tidak ada kendala berarti selain sekolah yang terdampak banjir. Kami terus memantau laporan dari seluruh wilayah, baik perkotaan, pedalaman maupun perbatasan. Sejauh ini kondisinya aman dan terkendali,” jelasnya.
Mengantisipasi potensi banjir yang masih mungkin terjadi akibat tingginya curah hujan, Dinas Pendidikan telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan. Melalui edaran tersebut, sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan dengan mengamankan dokumen penting, perangkat pembelajaran, serta aset sekolah lainnya.
“Kami mengingatkan seluruh satuan pendidikan, khususnya yang berada di daerah rawan banjir, agar mengantisipasi sejak dini. Dokumen-dokumen penting maupun perangkat sekolah segera diamankan karena kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi,” tegasnya.
Di sisi lain, Fiteriady juga mengingatkan seluruh sekolah agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), khususnya bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP, dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. (*st)






