TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Isu flu burung atau avian influenza yang sempat membuat warga resah akhirnya diluruskan oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan. Hingga saat ini, otoritas kesehatan memastikan belum ada satu pun kasus penularan kepada manusia di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti, menegaskan bahwa informasi yang beredar berasal dari surat internal yang ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan dini di fasilitas kesehatan, bukan sebagai peringatan adanya kasus.
“Avian influenza memang memiliki potensi menular ke manusia, namun sampai saat ini belum ada kasus yang ditemukan di Tarakan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah kewaspadaan dini merupakan bagian dari prosedur standar dalam sistem kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, bukan indikasi terjadinya kejadian luar biasa.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa. Termasuk dalam hal konsumsi daging ayam, yang dipastikan tetap aman selama memenuhi standar kesehatan.
“Silakan tetap mengonsumsi daging ayam seperti biasa, asalkan dalam kondisi sehat dan dimasak hingga matang sempurna,” tambahnya.
Lebih lanjut, Devi menyayangkan beredarnya surat internal tersebut ke publik tanpa penjelasan yang utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
“Surat itu sebenarnya untuk internal sebagai langkah kewaspadaan. Namun karena tersebar luas tanpa penjelasan, akhirnya menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” jelasnya.
Dinkes Tarakan pun mengingatkan pentingnya literasi informasi di tengah masyarakat, khususnya terkait isu kesehatan yang sensitif.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Dengan klarifikasi ini, Dinkes berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.(*)




