TERASKALTARA.ID , KUNINGAN. 11/5 (ANTARA) – Kementerian Kehutanan optimistis dapat mencapai target penurunan angka deforestasi sesuai sasaran Indonesia FOLU Net Sink 2030 dan dokumen kontribusi nasional yang ditentukan secara sukarela (Second National Determined Contribution/NDC).
“Kami tetap optimis bahwa target dalam Second NDC akan tercapai di tahun 2030. Semua instrumen kementerian dikerahkan untuk memastikan pemulihan dan penjagaan tutupan hutan berjalan sesuai rencana,” kata Project Manager FOLU NC 2&3 Kementerian Kehutanan, Arga Paradita Sutiyono dalam forum diskusi “Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030” Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin malam.
Dia menjelaskan bahwa tantangan utama menuju 2030 memang berada pada pengendalian deforestasi dan degradasi hutan. Sementara visi misi kementerian kehutanan adalah memastikan angka deforestasi lebih rendah dari baseline sebesar 0,31 juta hektare per tahun.
“Kami menargetkan pada 2030 angkanya bisa ditekan ke level 0,3 atau 0,2 sekian juta hektare,” cetusnya.
Arga mengakui terdapat kenaikan angka deforestasi pada triwulan I-2026 yang mencapai 0,37 juta hektare, dari sebelumnya 0,31 juta hektare pada periode 2024-2025.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa peningkatan tersebut bukan disebabkan oleh pembukaan lahan secara masif, melainkan lebih dipengaruhi faktor kebakaran hutan dan dinamika alam lainnya.
Pemerintah juga menerapkan konsep net deforestation, di mana penebangan di hutan tanaman tidak dianggap sebagai deforestasi selama dilakukan penanaman kembali. Dengan begitu, pencapaian target FOLU Net Sink dinilai bukan sekadar program proyek semata, melainkan sudah menjadi arus utama dalam setiap kegiatan yang dibiayai oleh APBN di Kementerian Kehutanan.
Adapun kegiatan Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini dilaksanakan 11-13 Mei 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
Kegiatan diikuti sejumlah perwakilan kementerian – lembaga pemerintah dari bidang kehumasan dan protokoler, berikut sejumlah lembaga konservasi swadaya masyarakat dan pewarta nasional di Kementerian Kehutanan.
Kegiatan edukatif dan inspiratif yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, itu mengangkat peran perempuan Indonesia dalam aksi nyata pengelolaan hutan serta pencapaian target FOLU Net Sink 2030, sekaligus membangun narasi positif kebijakan kehutanan melalui komunikasi publik.
Kementerian Kehutanan mengharapkan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar kementerian/lembaga, pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam mendukung implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Dalam hal ini, pendekatan komunikasi publik yang efektif dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif serta dukungan yang lebih luas terhadap agenda prioritas kehutanan nasional.
Editor : Nurul Hayat




