Sekda Malinau Paparkan Rencana Pembangunan Jembatan Turan Mas, Akses Baru Penghubung Dua Kecamatan

rencana-pembangunan-jembatan-turan-mas.jpg
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mempersiapkan rencana pembangunan Jembatan Turan Mas yang akan menjadi akses penghubung baru antara wilayah Turan Mas di Kecamatan Malinau Utara dengan Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat.

Rencana pembangunan jembatan tersebut dipaparkan Ernes Silvanus selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau saat menjelaskan upaya pemerintah daerah membuka konektivitas baru guna mengurangi beban lalu lintas yang selama ini terpusat di Jembatan Malinau Kota.

Menurut Ernes, saat ini pemerintah daerah masih mempersiapkan seluruh dokumen pendukung, mulai dari kajian peruntukan kawasan hingga administrasi perizinan sebelum proyek memasuki tahap teknis.

“Kalau jembatan kita lagi persiapan, memang kita mempersiapkan dokumen. Nanti tim teknis sudah mempersiapkan dan secara teknis akan dikoordinasikan ke PU. Kita ada rencana membangun jembatan di Turan Mas sesuai arahan Pak Bupati untuk membuka akses baru,” ujarnya saat diwawancarai TerasKaltara, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dirancang sebagai solusi atas tingginya beban kendaraan yang melintasi jembatan baja di Malinau Kota, terutama untuk akses menuju wilayah utara dan Kecamatan Mentarang.

“Karena beban untuk jembatan Malinau Kota itu sudah terlalu tinggi untuk menangani semua wilayah utara dan Mentarang. Harapan kita nanti kalau ada jembatan di tengah antara kota dan Desa Singai Terang, itu bisa membagi beban dan memendekkan jarak tempuh,” katanya.

Selain memperpendek waktu perjalanan antarwilayah, jembatan baru itu nantinya juga akan membuka konektivitas menuju poros jalan nasional, termasuk akses ke Kabiran dan Mentarang Baru atau Pulau Te’gok.

Pemda Malinau menilai keberadaan akses baru tersebut akan berdampak besar terhadap pemerataan ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama karena kawasan Turan Mas didominasi lahan pertanian milik warga.

Sekda juga mengungkapkan sejumlah pertimbangan teknis yang membuat kawasan Turan Mas dipilih sebagai lokasi pembangunan jembatan. Salah satunya karena bentang sungai yang lebih pendek dibanding lokasi lain.

“Kenapa itu dipilih? Karena pertama bentangnya pendek. Yang kedua akses jalan sudah ada, terutama di PT Sita. Yang ketiga fondasinya di Turan Mas itu batu, jadi agak tidak mengkhawatirkan dalam pembangunan jembatan,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan Jembatan Turan Mas akan masuk dalam daftar program strategis daerah Kabupaten Malinau tahun 2027. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pengembangan wilayah di Malinau.

Pos terkait