TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Malinau tidak hanya dipersiapkan sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ketua KONI Kabupaten Malinau sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, mengatakan pihaknya membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki rumah maupun kendaraan untuk ikut berpartisipasi mendukung kebutuhan akomodasi dan transportasi selama pelaksanaan Porprov.
Menurutnya, kebutuhan tempat tinggal diperkirakan cukup besar mengingat jumlah peserta yang akan datang ke Malinau. Dengan sekitar 50 cabang olahraga yang dipertandingkan, setiap cabang olahraga diperkirakan mengirim sedikitnya 25 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, official dan unsur pendukung lainnya.
“Kalau kita anggap setiap cabor mengirim mungkin 25 saja, baik itu atlet, pelatih dan sebagainya, walaupun kita tahu itu lebih dari itu. Ada sekitar 50 cabor yang akan bertanding,” ujar Ernes.
Dengan jumlah tersebut dan kedatangan kontingen dari empat kabupaten/kota di luar Malinau, jumlah orang yang berada di Malinau selama pelaksanaan Porprov diperkirakan dapat mencapai sekitar 5.000 orang. Jumlah itu belum termasuk keluarga, pendukung maupun masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.
Ernes menilai kapasitas penginapan yang tersedia di Malinau belum tentu mampu menampung seluruh tamu yang datang. Karena itu, KONI berinisiatif melibatkan masyarakat dengan mendata rumah warga yang dapat digunakan sebagai alternatif tempat tinggal bagi kontingen.
“Kalau 5.000 orang ini berharap di penginapan, saya yakin tidak cukup. Sehingga kami berinisiatif mengumumkan, siapa tahu ada warga yang memiliki rumah atau kendaraan,” jelasnya.
Warga yang memiliki rumah dan berminat menyewakannya selama Porprov dapat mendaftarkan diri ke KONI Malinau. Selanjutnya, rumah tersebut akan didata dan masuk dalam daftar yang nantinya dapat diakses oleh kontingen dari kabupaten/kota peserta.
Kontingen yang membutuhkan akomodasi nantinya dapat berkomunikasi langsung dengan pemilik rumah untuk melihat kondisi tempat, mulai dari lingkungan, kamar, fasilitas kamar mandi hingga jarak menuju lokasi pertandingan.
“Kita daftar ke KONI, nanti kita list, kemudian kita sampaikan ke KONI kabupaten/kota. Mereka bisa langsung kontak kepada daftar yang telah tersedia. Mereka bisa cek lingkungannya, kamarnya, WC-nya, jarak tempuhnya, silakan langsung dicek,” katanya.
Tidak hanya rumah, peluang serupa juga dibuka bagi masyarakat yang memiliki kendaraan dan bersedia menyewakannya selama pelaksanaan Porprov.
Menurut Ernes, kebutuhan transportasi juga akan meningkat seiring banyaknya kontingen dan pendukung yang datang. Masyarakat yang memiliki mobil dapat menawarkan kendaraannya untuk disewa dalam jangka waktu tertentu.
“Transportasi juga begitu, mobil. Saya lihat animo masyarakat ada. Kalau masyarakat kita sudah tahu, nanti misalnya punya mobil, kasihlah 10 hari atau lima hari mobilnya, dan naik motor,” ujarnya.
Ernes menegaskan, langkah tersebut bukan semata-mata untuk membantu KONI menyediakan fasilitas bagi peserta Porprov, tetapi juga menjadi upaya agar masyarakat Malinau dapat merasakan langsung manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga tersebut.
Menurutnya, kedatangan ribuan orang ke Malinau akan membuka perputaran ekonomi di berbagai sektor, mulai dari tempat tinggal, transportasi hingga kebutuhan makan dan minum.
“Intinya kita memfasilitasi. Sayang kalau sampai nanti atlet, pengunjung, supporter datang ke Malinau tidak mungkin tinggal di tempat yang layak. Kita berharap mereka juga bisa menikmati Malinau,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum Porprov II Kaltara untuk membuka peluang usaha sekaligus ikut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan.
“Pada akhirnya juga dampaknya kepada masyarakat kita, baik itu makan minum, baik itu mungkin tempat tinggal, baik sewa kendaraan. Itu harapan kita di Malinau dari kegiatan KONI ini,” pungkas Ernes. (*ntl)






