TERASKALTARA.ID, BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Kilat, menghadiri kegiatan Panen Raya sekaligus Tanam Perdana Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Dusun Kenarai, Desa Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Senin (3/8).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati turut mencoba Combine Harvester, mesin pertanian modern yang mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus dalam satu proses, yakni memotong tanaman, merontokkan bulir padi, dan membersihkan gabah.
Penanaman perdana ini menandai dimulainya musim tanam kedua dengan penerapan sistem PM-AAS, sebuah inovasi budidaya pertanian berbasis teknologi tinggi yang digagas Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Melalui sistem PM-AAS, produktivitas padi ditargetkan mencapai 10 hingga 11 ton gabah per hektare. Di Kalimantan Utara, Desa Mara Hilir menjadi lokasi pertama penerapan program tersebut dengan target pengembangan lahan seluas 50 hektare.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Utara, di antaranya Rice Transplanter (mesin penanam bibit padi) kepada Brigade Pangan Britamah, mesin pompa air kepada Kelompok Tani Tanjung Harapan, serta bantuan pestisida kepada Kelompok Tani Harapan Makmur.
Dalam sambutannya, Bupati Syarwani mengajak seluruh petani untuk mendukung keberhasilan program tersebut.
“Saya mengajak dari hati ke hati kepada Bapak Ibu masyarakat petani di Mara Hilir. Sebagus apa pun konsep yang disiapkan pemerintah harus mendapat dukungan dari masyarakat dan Brigade Pangan sebagai pelaksana di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, S.Sos., Ketua TP PKK Bulungan Sri Nurhandayani Syarwani, unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan PT GAWI Plantation.
Bupati juga menyoroti masih adanya pekerjaan rumah dalam pengembangan sektor pertanian di Mara Hilir, terutama terkait sistem irigasi.
“Pompa dan salurannya sudah tersedia sekitar tiga kilometer, namun airnya belum mengalir. Saya meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas PUPR, bersama Brigade Pangan segera menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Ia menegaskan, pengembangan pertanian di Mara Hilir merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, hasil pertanian tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani, tetapi juga menjadi sumber peningkatan pendapatan masyarakat.
Bupati juga menyampaikan kabar baik bagi para petani. Bulog telah menyatakan kesiapan membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan kepastian pasar bagi hasil panen masyarakat.
Pilihan Judul Berita
- Bupati dan Wabup Bulungan Hadiri Panen Raya, PM-AAS Resmi Dimulai di Mara Hilir
- Bulungan Terapkan PM-AAS, Mara Hilir Jadi Lokasi Perdana Pertanian Modern di Kaltara
- Panen Raya di Mara Hilir, Bupati Syarwani Dorong Pertanian Modern dan Swasembada Pangan
- Naik Combine Harvester, Bupati dan Wabup Bulungan Tinjau Panen Raya PM-AAS di Mara Hilir
- PM-AAS Resmi Bergulir di Mara Hilir, Produktivitas Padi Ditargetkan Capai 11 Ton per Hektare
- Bupati Syarwani Ajak Petani Sukseskan PM-AAS, Bulog Siap Serap Gabah Rp6.500 per Kilogram
- Mara Hilir Jadi Percontohan Pertanian Modern di Kaltara, Bupati Tekankan Percepatan Irigasi
- Panen Raya dan Tanam Perdana PM-AAS, Bulungan Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
Dari sisi jurnalistik, saya menilai judul nomor 2 paling kuat karena memuat unsur kebaruan (news value), lokasi, serta dampak program:
Bulungan Terapkan PM-AAS, Mara Hilir Jadi Lokasi Perdana Pertanian Modern di Kaltara
Judul tersebut ringkas, informatif, dan berpotensi menarik perhatian pembaca sekaligus baik untuk optimasi mesin pencari (SEO).







