TERASKALTARA.ID, MALINAU – Bupati Malinau Wempi W. Mawa dalam hal ini diwakilkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Malinau, Agustinus untuk meresmikan gedung Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus di Desa Putat, Sabtu (16/5).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan sukacita bersama umat Katolik, tokoh masyarakat, panitia pembangunan gereja, serta jajaran pemerintah daerah.
Peresmian gereja ini menjadi penanda selesainya rehabilitasi rumah ibadah yang selama ini menjadi pusat kegiatan rohani umat Katolik di Stasi Santo Yulianus Putat.
Dalam sambutan Bupati Malinau yang dibacakan oleh Agustinus, disampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gereja yang dinilai bukan sekadar berdirinya sebuah bangunan fisik, tetapi juga simbol kebersamaan, persaudaraan, dan semangat umat dalam menjaga iman.
“Hari ini bukan sekadar peresmian sebuah bangunan. Hari ini adalah peresmian harapan, peresmian kebersamaan, dan peresmian semangat umat yang tidak pernah lelah menjaga iman di tengah segala keterbatasan,” ujar Agustinus membacakan sambutan Bupati Wempi, Sabtu (16/5).
Pemerintah Kabupaten Malinau juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Kepala Paroki Santo Stefanus Malinau, panitia pembangunan, para donatur, tokoh masyarakat, dan seluruh umat Katolik Stasi Santo Yulianus Putat yang telah bergotong royong menyelesaikan rehabilitasi gereja tersebut.
Pemkab Malinau juga telah memberikan bantuan hibah sebesar Rp 465 juta untuk mendukung rehabilitasi gereja. Namun demikian, keberhasilan pembangunan dinilai lahir dari semangat kebersamaan dan pengorbanan umat.
“Pembangunan gereja bukan hanya tentang semen, kayu, dan atap, tetapi tentang iman yang dibangun bersama, tentang cinta kasih yang dipelihara bersama, dan tentang persatuan yang terus dijaga bersama,” lanjutnya.
Pemerintah daerah berharap kehadiran gereja yang lebih layak dan nyaman dapat semakin memperkuat kehidupan rohani umat Katolik di Desa Putat. Gereja juga diharapkan menjadi tempat pembinaan nilai-nilai kehidupan, persaudaraan, serta penguatan moral bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati Malinau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Malinau.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Daerah ini dibangun oleh kebersamaan, dibangun oleh masyarakat yang hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga kedamaian,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Bupati Malinau secara resmi menyatakan Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus Putat digunakan dan berharap gereja tersebut menjadi rumah bersama bagi umat untuk bertumbuh dalam iman dan kasih.
“Semoga Tuhan senantiasa memberkati gereja ini, memberkati umat-Nya, dan memberkati seluruh masyarakat Kabupaten Malinau,” tutupnya.



