TERASKALTARA.ID, MALINAU – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Apa’ Mening Malinau mengusulkan penurunan biaya sambungan baru air bersih dari sebelumnya Rp3,1 juta menjadi Rp1,7 juta. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses layanan air bersih sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan baru.
Direktur Perumda Apa’ Mening Malinau, Indra Gunawan mengatakan, kebijakan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pelayanan air bersih kepada masyarakat di Kabupaten Malinau.
“Dari sebelumnya Rp3.100.000 akan kita turunkan menjadi Rp1.700.000. Memang ada potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp750 juta dalam satu tahun, tetapi kami melihat ini penting agar masyarakat lebih mudah menjadi pelanggan,” ujarnya usai konsultasi publik penyesuaian tarif air bersama 12 golongan pelanggan di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau.
Menurutnya, tingginya biaya sambungan baru selama ini menjadi salah satu kendala masyarakat untuk memasang jaringan air bersih di rumah mereka. Tidak sedikit warga yang akhirnya menunda pemasangan karena keterbatasan biaya.
“Kadang masyarakat sudah kumpulkan uang Rp2 juta sampai Rp3 juta, tetapi akhirnya terpakai lagi sehingga pemasangan tidak jadi. Dengan diturunkan biayanya, harapannya pertumbuhan pelanggan bisa semakin baik,” katanya.
Indra menjelaskan, usulan penurunan biaya sambungan baru tersebut akan diimbangi dengan penyesuaian tarif air yang saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama tim tarif bentukan Pemerintah Kabupaten Malinau.
Ia menyebutkan, dari hasil simulasi yang dilakukan, tambahan pendapatan dari penyesuaian tarif diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun sehingga dinilai masih mampu menutup potensi pengurangan pendapatan akibat penurunan biaya sambungan baru.
Selain untuk meningkatkan jumlah pelanggan, kebijakan tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan jaringan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan PDAM.
“Masih banyak masyarakat yang meminta pemasangan jaringan di gang-gang atau kawasan yang cukup jauh dari pipa distribusi utama. Selama ini kami ingin membantu, tetapi terkendala anggaran. Kalau kemampuan perusahaan lebih baik, jaringan itu bisa mulai dibangun,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan juga menjadi prioritas Perumda Apa’ Mening. Saat ini perusahaan tengah menyiapkan laboratorium mandiri untuk pengujian kualitas air setiap hari, serta melakukan pengujian eksternal melalui laboratorium daerah.
“Kualitas air menjadi perhatian utama kami. Jadi bukan hanya pengembangan jaringan, tetapi mutu pelayanan juga harus meningkat,” tambahnya.
Setelah tahap konsultasi publik selesai, hasil pembahasan akan kembali dikaji bersama tim tarif sebelum nantinya dimasukkan dalam rancangan Peraturan Bupati. Jika disetujui Bupati Malinau, Perumda akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan diberlakukan.



