Sambut Ratusan Kafilah MTQ Kaltara, Pemkab Malinau Prioritaskan Pelayanan Peserta

kafilah-mtq-kaltara.jpg.
Asisten I Kabupaten Malinau yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Malinau, Drs. H. Kamran Daik, saat menyambut rombongan kafilah MTQ Ke-X Kaltara.

TERASKALTARA.ID, MALINAU– Pemerintah Kabupaten Malinau mulai menyambut kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada Minggu (28/6). Sebagai tuan rumah, Pemkab Malinau memprioritaskan pelayanan bagi seluruh peserta melalui penyediaan pemondokan dan transportasi menuju arena perlombaan.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, mengatakan hingga siang hari Kafilah Kota Tarakan menjadi rombongan pertama yang tiba di Malinau melalui Pelabuhan Speedboat Malinau.

“Kafilah hari ini memang berdatangan semua. Yang sudah sampai di Malinau baru Kafilah Tarakan. Tadi ada tiga speed ke sini, dua speed sudah kita terima,” ujarnya usai menyambut kedatangan rombongan.

Berdasarkan data sementara panitia, MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara akan diikuti sedikitnya 438 ipeserta dan official dari lima kabupaten/kota. Kafilah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau menjadi rombongan terbesar dengan masing-masing 102 orang, disusul Kabupaten Nunukan sebanyak 87 orang, Kota Tarakan 81 orang, serta Kabupaten Tana Tidung sebanyak 66 orang.

Kamran menjelaskan, biaya perjalanan menuju Kabupaten Malinau, termasuk transportasi dari daerah asal, menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah bertanggung jawab menyiapkan pemondokan dan transportasi lokal selama pelaksanaan MTQ berlangsung.

Menurutnya, Kafilah Kota Tarakan telah ditempatkan di dua lokasi pemondokan, yakni River View dan Aco Borneo. Sementara Kafilah Kabupaten Malinau juga mulai menempati penginapan sejak pukul 09.00 WITA.

Ia mengatakan, penempatan kafilah tuan rumah di penginapan dilakukan agar ketersediaan kamar hotel dapat diprioritaskan bagi tamu dari luar daerah. Mengingat kapasitas hotel di Kabupaten Malinau masih terbatas, sebagian tamu juga akan menginap di rumah keluarga.

“Kita prioritaskan tamu dari luar. Karena keterbatasan hotel di Malinau, ada juga tamu yang menginap di rumah keluarga,” katanya.

Untuk jadwal kedatangan berikutnya, Kamran menyebut Kafilah Kabupaten Nunukan diperkirakan tiba sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WITA. Sementara Kafilah Kabupaten Tana Tidung dijadwalkan berangkat setelah dilepas secara resmi oleh bupati dan diperkirakan tiba di Malinau pada malam hari.

Meski datang pada malam hari, Kamran memastikan perwakilan Kabupaten Tana Tidung tetap akan mengikuti agenda pelantikan Dewan Hakim MTQ yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum perlombaan dimulai.

Selain menyiapkan penginapan, panitia juga telah menyediakan kendaraan operasional untuk mengantar dan menjemput peserta dari lokasi pemondokan menuju seluruh venue perlombaan selama MTQ berlangsung.

Ia mengakui kebutuhan armada cukup besar karena jumlah peserta dari setiap daerah berbeda-beda. Namun, Kafilah Kabupaten Bulungan yang membawa lebih dari 100 orang memilih menyiapkan kendaraan operasional sendiri sehingga dapat membantu mengurangi beban panitia.

“Kami tetap memfasilitasi transportasi peserta. Syukurnya Bulungan membawa kendaraan sendiri, sehingga perhatian kami lebih fokus kepada kafilah Tarakan, Nunukan, dan Tana Tidung,” tutupnya.

Dengan kedatangan para kafilah yang berlangsung secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Malinau optimistis seluruh rangkaian MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara dapat berjalan lancar.

Selain menjadi ajang syiar Islam, pelaksanaan MTQ juga diharapkan mempererat silaturahmi antardaerah sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Malinau kepada para tamu dari seluruh Kalimantan Utara. (*st)

Pos terkait