Sekda Ernes Ungkap Tiga Alasan Utama Turan Mas Dipilih Jadi Lokasi Jembatan Baru

rencana-pembangunan-jembatan-turan-mas.jpg
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau terus mematangkan rencana pembangunan jembatan baru di kawasan Turan Mas sebagai akses alternatif penghubung wilayah Kecamatan Malinau Utara dan Kecamatan Malinau Barat.  Proyek tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban Jembatan Malinau Kota yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengungkapkan, saat ini pemerintah daerah masih berada pada tahap persiapan dokumen dan kajian teknis sebelum pembangunan dapat direalisasikan.

“Kalau jembatan kita lagi persiapan, memang kita mempersiapkan dokumen. Nanti tim teknis sudah mempersiapkan dan secara teknis akan dikoordinasikan ke PU. Kita ada rencana membangun jembatan di Turan Mas sesuai arahan Pak Bupati untuk membuka akses baru,” ujarnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Menurut Ernes, keberadaan jembatan baru sangat dibutuhkan mengingat tingginya beban kendaraan yang melintasi Jembatan Malinau Kota, terutama untuk akses menuju wilayah utara dan Kecamatan Mentarang.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah Jembatan Malinau Kota beberapa waktu lalu mengalami insiden rangka jembatan tertabrak bulldozer. Pasca kejadian itu, pemerintah memberlakukan pembatasan kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton untuk melintasi jembatan.

“Karena beban untuk Jembatan Malinau Kota itu sudah terlalu tinggi untuk menangani semua wilayah utara dan Mentarang. Harapan kita nanti kalau ada jembatan di tengah antara kota dan Desa Sungai Terang, itu bisa membagi beban dan memendekkan jarak,” katanya.

Ernes kemudian memaparkan tiga alasan utama dipilihnya kawasan Turan Mas sebagai lokasi pembangunan jembatan baru.

Pertama, bentang sungai di kawasan tersebut dinilai lebih pendek sehingga lebih memungkinkan dari sisi konstruksi dan efisiensi pembangunan.

Kedua, akses jalan menuju lokasi sudah tersedia dan dinilai cukup mendukung, terutama jalur yang selama ini digunakan perusahaan di kawasan tersebut.

“Yang kedua akses jalan sudah ada, terutama di PT Sita,” jelasnya.

Alasan ketiga yakni kondisi fondasi tanah di Turan Mas yang dianggap lebih aman untuk pembangunan konstruksi jembatan karena didominasi struktur batuan.

“Yang ketiga fondasinya di Turan Mas itu batu, jadi agak tidak mengkhawatirkan dalam pembangunan jembatan,” tambahnya.

Selain menjadi akses penghubung baru, pembangunan jembatan tersebut juga diharapkan mampu membuka konektivitas kawasan pertanian warga di Turan Mas dan sekitarnya sehingga dapat mendukung pemerataan ekonomi masyarakat.

Rencananya, jembatan tersebut akan menghubungkan kawasan Turan Mas dengan Desa Tanjung Lapang di Kecamatan Malinau Barat dan terkoneksi hingga poros jalan nasional menuju Kabiran, Mentarang Baru, hingga Pulau Tegok.

Pemerintah Kabupaten Malinau telah menargetkan pembangunan Jembatan Turan Mas masuk dalam daftar program strategis daerah tahun 2027.

Pos terkait