TERASKALTARA.ID, MALINAU– Qari internasional asal Indonesia, Syamsuri Firdaus, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ berlangsung meriah dan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.
Syamsuri hadir sebagai tamu kehormatan untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada malam pembukaan MTQ ke-X Kaltara yang digelar di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung (PLB), Senin (29/6).
Usai tampil, qari muda yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang MTQ internasional itu mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat serta kesiapan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah.
“Alhamdulillah, MTQ di sini sangat meriah. Yang luar biasa, Malinau dengan latar belakang masyarakat yang tidak mayoritas muslim mampu menggelar acara seperti ini dan menjadi tuan rumah yang sangat baik,” ujarnya saat diwawancarai usai pembukaan MTQ Ke-X Kaltara di Malinau.
Bagi Syamsuri, keberhasilan penyelenggaraan MTQ di Malinau menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk menghadirkan sebuah perhelatan keagamaan yang sukses. Justru, menurutnya, semangat toleransi dan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat pelaksanaan MTQ berjalan dengan baik.
Qari asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu juga berharap MTQ ke-X Kaltara tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan berakhlak mulia.
“Mudah-mudahan ke depan lahir generasi-generasi terbaik, generasi Qurani yang ada di Kabupaten Malinau dan pada umumnya di Provinsi Kalimantan Utara, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Selama berada di Kabupaten Malinau, Syamsuri mengaku mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat dan panitia. Bahkan, kesan yang paling membekas baginya adalah kehidupan masyarakat yang rukun meski berasal dari latar belakang yang beragam.
“Ini pertama kali saya ke Kalimantan Utara. Saya melihat kerukunannya luar biasa, toleransinya juga sangat luar biasa,” ungkapnya.
Peraih Juara 1 MTQ Internasional di Turki tahun 2019, Tanzania tahun 2023, Kuwait tahun 2024, serta Singapura tahun 2012 itu turut mengajak generasi muda menjadikan MTQ sebagai motivasi untuk semakin mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.
Menurutnya, tujuan utama MTQ bukan sekadar melahirkan qari dan qariah berprestasi, melainkan membangun masyarakat yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga MTQ ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta menghidupkan lingkungan yang Qurani. Yang paling penting bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan isi kandungannya,” pungkasnya.
Pelaksanaan MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau sendiri menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan internasional seperti Syamsuri Firdaus menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang tengah berkompetisi untuk menjadi yang terbaik sekaligus mengharumkan nama daerahnya. (*st)






