TERASKALTARA.ID, JAKARTA. 27/2 (ANTARA) – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan rampung paling lambat akhir Juni tahun ini.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026–2027, atau paling lambat pada akhir Juni 2026, khususnya untuk lokasi-lokasi yang kontraknya telah berjalan,” ujar Diana kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II pada 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten/kota pada 32 provinsi. Pelaksanaan konstruksi di lapangan menunjukkan variasi tahapan pekerjaan, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.
Sebagian lokasi masih berada pada tahap pekerjaan pondasi, yang desain dan metodenya disesuaikan dengan karakteristik tanah setempat, sementara beberapa lokasi lainnya telah memasuki pekerjaan struktur atas, seperti kolom, balok, serta pelat lantai dua.
Secara keseluruhan, progres fisik pembangunan hingga saat ini telah mencapai 7,70 persen (status tanggal 20 Februari 2026). Capaian ini masih relatif rendah karena terdapat beberapa lokasi yang belum memasuki tahap kontrak.
Menurut Diana, meskipun progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini baru mencapai 7,70 persen, Kementerian PU tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Presiden RI.
“Sementara itu, untuk lokasi yang hingga saat ini belum berkontrak, kami akan mempercepat proses lelang ulang agar segera memperoleh penyedia yang memenuhi kualifikasi. Kami optimistis seluruh lokasi tersebut dapat diselesaikan dalam Tahun Anggaran 2026,” kata Diana.
Kementerian PU, lanjutnya, memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik, agar pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat terlaksana secara tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, tepat manfaat.dan tepat administrasi.
“Kami terus melakukan pengawasan dan percepatan di lapangan agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu, dengan tetap menjaga kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan,” kata Diana.
Sebagai informasi, Pemerintah meluncurkan Sekolah Rakyat Tahap II yang sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum di 104 lokasi di seluruh Indonesia.
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini bagian dari komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dengan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil dan berpihak pada masyarakat yang rentan serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing di seluruh Indonesia.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang bangsa dalam menciptakan generasi masa depan yang berdaya saing.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody.
Program Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk menampung 112.320 siswa melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari 1.872 rombel Sekolah Dasar (SD), 936 rombel Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 936 rombel Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia dengan sebaran lokasi yakni Pulau Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara masing-masing 1 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Kepulauan Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi. Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Pewarta : Suharsana Aji Sasra J C
Editor : Zaenal Abidin




