TERASKALTARA.ID, JAKARTA. 28/9 (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Menjawab wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden Prabowo Subianto ingin mendengar kondisi terkini BPJS Kesehatan, setelah sebelumnya pemerintah menyetujui Rp20 triliun dari APBN untuk disuntikkan ke pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu.
“Bapak Presiden ingin di-update bagaimana kondisi keuangan BPJS untuk 2027 dan seterusnya karena itu harus diperbaiki,” kata Menkes.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan pihaknya akan melaporkan seluruh kinerja BPJS Kesehatan kepada Presiden Prabowo.
“Kita laporkan semua mengenai BPJS Kesehatan, capaian-capaian dan pelayanan-pelayanan sehingga nanti bisa mendapatkan arahan dari Presiden,”kata Dirut BPJS Kesehatan Pujo.
Selain Menkes dan Dirut BPJS Kesehatan, turut hadir pula Menko Perekonomian Airlangga, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Sebelumnya, Prihati pada Rabu (16/9) menyampaikan terdapat gap arus kas sekitar Rp2 triliun setiap bulannya. Dia menyebut penerimaan dari iuran yang dibayarkan peserta tidak seimbang dengan besar biaya yang harus dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Dia menyebut setiap bulan BPJS Kesehatan mengumpulkan iuran sekitar Rp14 triliun per bulan. Namun, di saat yang sama harus mengeluarkan Rp16 triliun per bulan, sehingga timbul gap dalam anggaran.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Fitri Supratiwi







