TERASKALTARA.ID, MALINAU – Kenaikan debit air secara tiba-tiba di hulu Sungai Bahau membuat satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek siring penahan longsor di Desa Apau Ping, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, terendam banjir, Minggu (11/10/2026).
Alat berat tersebut terjebak di tengah aliran sungai setelah air yang sebelumnya surut dan jernih mendadak meluap. Ekskavator diketahui sedang diparkir di atas timbunan tanah yang difungsikan sebagai tempat parkir sementara selama pengerjaan proyek berlangsung.
Kepala Desa Apau Ping, Yakup, mengatakan kondisi cuaca di wilayahnya sejak sehari sebelumnya terpantau cerah. Bahkan, hingga malam hari, kondisi air sungai masih terlihat normal sehingga kenaikan debit air tersebut tidak diperkirakan sebelumnya.
“Terjebak banjir tiba-tiba ini, Mas Bro. Kondisi cuaca dari kemarin sangat cerah, airnya surut dan jernih sampai tadi malam. Mungkin karena hujan dan banjir dari hulu sungai sehingga air meluap begitu cepat,” ujar Yakup, Minggu (11/10).
Menurut Yakup, derasnya kenaikan air membuat ekskavator tidak sempat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Posisi alat berat yang berada di tengah sungai membuat proses evakuasi semakin sulit ketika debit air terus meningkat.
Hingga informasi ini disampaikan, ekskavator tersebut masih berada di lokasi. Kondisi air sungai yang masih cukup dalam menjadi kendala untuk melakukan penanganan terhadap alat berat tersebut.
Yakup berharap debit air segera surut dan tidak kembali mengalami peningkatan, sehingga ekskavator dapat dievakuasi dengan aman.
“Semoga tidak bertambah naik banjirnya. Itu harapan saya,” ungkapnya.
Peristiwa ini menunjukkan risiko pekerjaan konstruksi di kawasan hulu sungai, terutama ketika perubahan debit air berlangsung cepat meskipun kondisi cuaca di sekitar lokasi terlihat cerah.
Hujan yang terjadi di wilayah hulu berpotensi membawa peningkatan debit air ke kawasan hilir dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat mengancam aktivitas pekerjaan yang menggunakan timbunan tanah sementara di tengah aliran sungai.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan ekskavator maupun perkiraan waktu evakuasi. Penanganan alat berat masih menunggu kondisi air sungai memungkinkan untuk dilakukan dengan aman.







