TERASKALTARA.ID, MALINAU – Memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi, sejumlah sekolah di Kabupaten Malinau kembali berpotensi terdampak banjir. Beberapa satuan pendidikan yang hampir setiap tahun terdampak di antaranya SDN 002 Malinau Kota, TK Dewi Sartika, SDN 005 Malinau Barat, dan SMPN 1 Malinau Utara. Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Muhammad Fiteriady, mengatakan surat edaran tersebut diterbitkan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca yang sulit diprediksi.
“Kami juga mengimbau untuk semua satuan pendidikan yang memang ini kan sudah masuk ke cuaca yang cukup berdampak ke situasi Malinau. Curah hujan cukup tinggi di beberapa waktu, jadi untuk sekolah-sekolah yang memang rawan terdampak banjir itu diantisipasi untuk segera menyelamatkan beberapa perangkat-perangkat atau dokumen-dokumen penting lainnya, mengantisipasi saja sebab ini tiba-tiba banjir seperti yang hari ini terjadi,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya meminta seluruh sekolah, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir, agar melakukan langkah antisipasi sejak dini sehingga apabila banjir terjadi, kerugian dapat diminimalkan.
“Jadi teman-teman yang di satuan pendidikan itu sudah antisipasi di awal, karena kita tidak bisa prediksi saat ini cuaca dan sebagainya. Jadi surat edaran yang kami keluarkan hari ini juga untuk antisipasi itu,” katanya.
Pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7) lalu, Dinas Pendidikan juga melakukan monitoring langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Pemantauan dilakukan mulai dari wilayah perkotaan hingga daerah yang terdampak banjir.
Akibat banjir yang merendam lingkungan sekolah, dua sekolah dasar di Kecamatan Malinau Utara, yakni SDN 04 Putat dan SDN 06 Belayan, terpaksa diliburkan sementara karena kondisi sekolah tidak memungkinkan untuk digunakan.
“Jadi ada beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Malinau Utara yang terdampak banjir yang sejatinya harusnya masuk hari ini, kita liburkan untuk menyesuaikan kondisi yang ada,” ungkapnya.
Fiteriady menjelaskan, secara umum pelaksanaan hari pertama sekolah di Kabupaten Malinau berjalan lancar. Dinas Pendidikan juga terus menerima laporan dari sekolah-sekolah di wilayah pedalaman dan perbatasan sesuai kondisi jaringan komunikasi.
“Secara keseluruhan tidak ada. Kami juga lagi memantau teman-teman yang ada di daerah pedalaman dan perbatasan bagaimana kondisinya. Memang laporan satu-satu masuknya menyesuaikan kondisi jaringan,” jelasnya.
Selain memantau pelaksanaan pembelajaran, Dinas Pendidikan juga mengingatkan seluruh sekolah agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tetap mengacu pada ketentuan dari Kementerian Pendidikan. Di sisi lain, proses verifikasi dan validasi data peserta didik juga mulai dilakukan menjelang batas akhir pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada Agustus mendatang.
“Karena ini adalah masuk tahun ajaran baru pada kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, maka yang paling penting adalah MPLS-nya harus menyesuaikan dengan surat edaran dari kementerian. Kemudian kita juga nanti di bulan Agustus ada cut off untuk Dapodik, jadi sekaligus kami lakukan verifikasi dan validasi secara berjenjang dan bertahap supaya nanti semua peserta didik memperoleh nomor induk siswa nasional dan jangan sampai terjadi residu ataupun keterlambatan,” tutupnya. (*st)






