Wabup Jakaria Dorong Sanggar Seni Malinau Gelar Pertunjukan Rutin untuk Wisata di Malinau

pertunjukan-rutin-sanggar-seni.jpg.
Wakil Bupati Malinau Jakaria saat membuka Pelatihan Manajemen Seni Tahun 2026 yang digelar di Ruang Laga Feratu, Selasa (14/7).

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Wakil Bupati Malinau Jakaria mendorong sanggar-sanggar seni di Kabupaten Malinau untuk mulai menggelar pertunjukan secara rutin sebagai upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, pertunjukan seni yang berkesinambungan akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus membuka peluang bagi berkembangnya ekonomi kreatif di daerah.

Hal itu disampaikan Jakaria saat membuka Pelatihan Manajemen Seni Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau di Ruang Laga Feratu, Selasa (14/7). Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta yang berasal dari sanggar tari dan sanggar seni rupa di Kabupaten Malinau.

Dalam sambutannya, Jakaria menilai penguatan kapasitas pelaku seni tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkarya, tetapi juga bagaimana mengelola organisasi, menyusun program, hingga menghadirkan pertunjukan yang berkelanjutan.

Menurutnya, aspek manajemen masih sering diabaikan oleh penyelenggara maupun penggiat seni, padahal menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi sebuah sanggar.

“Manajemen seni sering kali terlewatkan oleh penyelenggara maupun penggiat seni. Padahal, inilah yang menentukan keberlanjutan sebuah kegiatan seni sehingga dapat menjadi potensi daerah yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan seni dan budaya merupakan investasi jangka panjang yang memiliki manfaat besar bagi daerah. Selain berfungsi melestarikan budaya lokal, sektor tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan pariwisata tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Karena itu, Jakaria mengajak para pelaku seni agar tidak hanya menunggu kesempatan tampil pada kegiatan pemerintah maupun festival yang digelar satu atau dua kali dalam setahun. Ia berharap sanggar-sanggar seni dapat berinisiatif menyusun agenda pertunjukan secara mandiri.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan fasilitas panggung seni yang dapat dimanfaatkan secara bergiliran oleh komunitas seni untuk menampilkan karya-karya mereka kepada masyarakat.

“Kalau pertunjukan seni bisa rutin digelar, tentu akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Malinau, khususnya masyarakat dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara yang menghabiskan akhir pekan di sini untuk menikmati kuliner maupun suasana daerah,” katanya.

Jakaria berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat tata kelola sanggar, membangun kolaborasi antar komunitas seni, serta menyusun program pertunjukan yang berkelanjutan.

Pelatihan Manajemen Seni Tahun 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap lahir pengelolaan seni yang lebih profesional sehingga seni dan budaya tidak hanya menjadi media pelestarian tradisi, tetapi juga mampu menjadi kekuatan baru dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Malinau. (*st)

Pos terkait