TERASKALTARA.ID, MALINAU – Banjir yang merendam Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, pada Senin (13/7) lalu telah surut. Pasca banjir, warga bersama tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Malinau, Polri, BPBD, Damkar, serta personel TNI kini tengah melakukan pembersihan pada sejumlah fasilitas umum dan sekolah yang terdampak.
Kepala Desa Belayan, Midun Haris, mengatakan banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WITA Senin (13/7) lalu. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Semendurut meluap dan bertemu dengan air pasang Sungai Malinau sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman warga.
“Hujan tidak berhenti sampai dini hari sehingga Sungai Semendurut meluap besar dan memasuki permukiman warga. Air juga bertemu dengan pasang Sungai Malinau sehingga menyebabkan banjir yang cukup besar di Desa Belayan,” ujarnya.
Banjir merendam permukiman warga di RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4 Desa Belayan. Selain itu, wilayah Desa Putat dan Desa Salap dan Desa Kaliamok juga turut terdampak akibat luapan air.
Pada pagi hari, ketinggian air masih terus meningkat sehingga pemerintah daerah bersama tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga. Bupati Malinau, Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, sejumlah kepala OPD, BPBD, Damkar, Polri, serta personel TNI untuk membantu penanganan banjir.
Warga yang terdampak, terutama bayi dan lansia, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di depan Gereja Katolik Desa Belayan.
“Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WITA tim dari Pemda datang ke lokasi bersama TNI dan Polri untuk mengevakuasi warga yang terdampak, terutama bayi dan lansia,” kata.
Pembersihan fasilitas umum dan sekolah menjadi salah satu prioritas pasca banjir mengingat sarana dan prasarana tersebut merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Fasilitas yang dibersihkan meliputi sekolah agar para siswa dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman, balai adat, posyandu lansia, serta sejumlah fasilitas umum lainnya. Pemerintah daerah juga mengerahkan kendaraan dan peralatan untuk mempercepat proses pembersihan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Midun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan banjir di Desa Belayan, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Polri, hingga personel TNI yang turut terlibat dalam evakuasi dan pembersihan pasca banjir.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan tenaga dan dukungan dari seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Desa Belayan dalam menghadapi bencana banjir ini,” tuturnya.
Saat ini, masyarakat bersama tim gabungan masih terus melakukan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di sejumlah fasilitas umum agar dapat segera digunakan kembali oleh warga. (*st)






