TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai memanfaatkan lahan tidur milik pemerintah daerah menjadi kawasan pertanian produktif melalui kegiatan Penanaman Jagung Bersama yang dilaksanakan di lahan Pemda, kawasan Jalan Kantor-Kantor Pengadilan Negeri, Jumat (8/5).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa bersama jajaran pemerintah daerah, OPD, camat, serta masyarakat.
Dalam wawancaranya bersama Teras Kaltara, Bupati Wempi mengatakan lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan akan mulai dikelola menjadi kawasan pertanian terpadu yang produktif sekaligus memperindah kawasan kota.
“Hari ini kami melakukan kegiatan tanam jagung dan beberapa komoditi tanaman seperti kates dan pisang yang ada di lahan pemerintah daerah yang selama ini tidak digunakan. Sebelum lahan ini dipakai untuk kepentingan lain, kami ingin memanfaatkannya untuk pertanian sehat,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (8/5)..
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari inovasi daerah melalui program PESAT (Pertanian Sehat) yang dikembangkan Pemkab Malinau. Lahan yang akan digarap mencapai sekitar delapan kilometer dan dikelola bersama tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat setempat.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut nantinya tidak hanya difungsikan untuk pertanian, tetapi juga pengembangan perikanan melalui pemanfaatan kanal-kanal air yang ada di sekitar lokasi.
“Bagaimana kanal-kanal besar ini nanti bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan ikan. Air itu juga dipakai untuk sumber kehidupan tanaman yang ada di atas, dan kita ingin jadikan ini sebagai percontohan,” katanya.
Selain jagung, kawasan tersebut juga akan ditanami berbagai komoditas lain. Bahkan sepanjang jalan di kawasan itu direncanakan menjadi area hijau produktif yang tertata dan bersih.
Wempi menyebut bibit jagung yang ditanam merupakan varietas unggulan hasil kunjungannya ke Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar beberapa waktu lalu. Bibit tersebut diserahkan langsung oleh pihak akademisi untuk diuji coba di Malinau.
“Kami ingin mencoba, mudah-mudahan ini mampu berkembang karena kondisi tanahnya cukup mendukung. Ini tanam perdana kita dengan bibit yang diserahkan langsung oleh profesor dari Unhas,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat pihak Universitas Hasanuddin direncanakan akan berkunjung ke Malinau guna membahas pengembangan berbagai komoditas pertanian berbasis teknologi dan akademik.
Lebih lanjut, Wempi menegaskan pemanfaatan lahan tidur tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga meningkatkan pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan.
“Lahan kita sebanyak apa pun kalau tidak digarap dengan baik tidak akan menghasilkan apa-apa. Karena itu kami ingin tanah yang ada ini digarap pemerintah bersama masyarakat supaya hasilnya bisa menjadi PAD daerah dan membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.
Ia juga menyebut hasil pertanian nantinya berpotensi mendukung kebutuhan pangan daerah, termasuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui produksi sayur-mayur dan komoditas lainnya.
Dalam kesempatan itu, Wempi turut mengajak masyarakat untuk mulai serius mengembangkan sektor pertanian sesuai minat dan potensi yang dimiliki.
“Kalau bicara pertanian, peternakan, dan perikanan itu dimulai dari hobi. Kalau sesuatu yang kita kerjakan bukan hobi, pasti tidak berhasil. Tapi kalau dimulai dari hobi dan kemauan, pasti akan berhasil,” pungkasnya.(*)




