Bupati Wempi Tutup Pelatihan Batik Malinau 11 Etnis, Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal dan Peluang Ekonomi

Bupati-wempi-pelatihan-batik-scaled.jpeg
Bupati Wempi saat memegang batik hasil karya pengrajin lokal.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Bupati Malinau Wempi W Mawa menutup kegiatan pelatihan membatik yang digelar Tim Penggerak PKK (TPKK) Kabupaten Malinau bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Malinau di Rumah Batik Malinau, Senin (24/8).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengisian kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pelatihan diikuti oleh 11 kelompok yang berasal dari lembaga etnis dan lembaga adat di Kabupaten Malinau serta kalangan milenial.

Wempi mengatakan, pelatihan tersebut telah berlangsung lebih dari satu minggu dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan membatik, sekaligus menghasilkan berbagai karya batik tulis maupun batik lainnya.

“Jadi TPKK dan Dekranasda memilih dalam mengisi kemerdekaan ini dengan melakukan pelatihan membatik bagi 11 kelompok lembaga etnis, lembaga adat yang ada di Kabupaten Malinau dan kepada milenial. Pesertanya luar biasa dan telah mengikuti pelatihan lebih dari satu minggu,” ujar Wempi.

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat agar dapat melihat serta memanfaatkan peluang ekonomi.

“Jadi sekali lagi, mengisi kemerdekaan termasuk mengisi manusia agar mampu memiliki skill dan bisa membaca peluang, terutama peluang ekonomi yang menjadi harapan kita seiring dengan program atau mendukung program pemerintah daerah,” katanya.

Wempi juga memberikan apresiasi kepada TPKK Kabupaten Malinau dan Dekranasda yang memilih kegiatan pelatihan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 RI. Menurutnya, kegiatan tersebut berbeda dari kegiatan kemerdekaan pada umumnya karena berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat.

“Dalam momen inilah kami memberikan apresiasi kepada TPKK Malinau yang tidak melaksanakan kegiatan yang biasa seperti dilakukan di hari-hari kemerdekaan, tapi mereka membuat momentum ini dengan membentuk kegiatan pelatihan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga memanfaatkan tenaga pelatih yang berasal dari Malinau. Hal itu dinilai penting karena para pelatih batik lokal telah memiliki pengalaman dan keahlian yang cukup dalam bidang tersebut.

Lebih jauh, Wempi berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Masyarakat diharapkan semakin mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa identitas budaya Malinau.

“Ke depan agar masyarakat Malinau semakin mencintai produk lokal dengan kearifan lokalnya, dan itu akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau hari ini dan ke depannya,” pungkasnya.

Wempi juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, kesehatan, sumber daya manusia hingga pelestarian kearifan lokal.

Menurutnya, pengembangan keterampilan masyarakat melalui kegiatan seperti pelatihan membatik merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan sekaligus mempersiapkan masyarakat agar mampu berkembang dan mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi daerah. (*ntl)

Pos terkait