Cegah PMK Jelang Iduladha, Bidang Peternakan Malinau Intensifkan Vaksinasi Hewan Kurban

Bidang Peternakaan, Distan Malianu saat melakukan vaksinasi sapi kurban April lalu.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai upaya memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.

Langkah ini dilakukan seiring masih ditemukannya kasus PMK di sejumlah daerah, sehingga pengawasan kesehatan hewan menjadi prioritas utama.

Perwakilan Bidang Pembibitan dan Produksi, Muklis, mengatakan pihaknya rutin melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan hewan kurban setiap menjelang Iduladha.

“Setiap tahun memang kita lakukan pendataan stok ketersediaan hewan kurban, sekaligus pengecekan kesehatan. Salah satunya melalui vaksinasi PMK di beberapa lokasi penjualan hewan,” ujarnya, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, selain vaksinasi, petugas juga melakukan pengecekan riwayat vaksin pada hewan yang masuk ke wilayah Malinau untuk memastikan perlindungan terhadap PMK sudah optimal.

“Kalau ada hewan yang belum divaksin, akan langsung kita vaksin. Kalau sudah, kita cek riwayatnya, kapan terakhir divaksin, karena ada tahapan vaksinasi seperti dosis pertama dan kedua,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Malinau saat ini tercatat sebanyak 47 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berjalan di lapangan hingga hari ini.

“Masih ada waktu sekitar satu bulan, jadi kemungkinan hewan yang masuk masih ada. Semua tetap kita periksa, baik kondisi kesehatan maupun status vaksinasinya,” tambahnya.

Bidang Peternakan juga melakukan pemantauan langsung ke lokasi penampungan dan penjualan hewan kurban, termasuk milik para pengepul dan pelaku usaha.

Dari bebeapa upaya tersebut, Bidang Peternakan berharap penyebaran PMK dapat ditekan dan warga Malinau dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman serta memperoleh daging yang sehat dan layak konsumsi.(*)

Pos terkait