Wamen Resmikan Asrama Haji Transit Tower 2 Tarakan, Soroti Temuan dan Minta Masalah Lama Dituntaskan

Teks Foto: Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan Asrama Haji Transit Tower 2 Tarakan, Selasa (5/5/2026).

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan Asrama Haji Transit Tower 2 Tarakan, Selasa (5/5/2026). Peresmian tersebut dirangkai dengan peninjauan langsung terhadap kondisi bangunan dan fasilitas yang akan digunakan sebagai pusat layanan jamaah haji di Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan itu, Dahnil menegaskan peresmian bukan menjadi akhir dari proses, melainkan awal untuk memastikan seluruh persoalan yang masih tersisa dapat segera diselesaikan.

“Hari ini saya resmikan, tetapi bukan berarti seluruh persoalan selesai. Justru yang ingin kami pastikan apakah masih ada masalah-masalah sebelumnya yang belum diselesaikan dalam pengelolaan asrama haji ini. Kalau masih ada, itu harus segera dibereskan, tidak boleh ditunda-tunda,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kunjungan ke Tarakan difokuskan untuk memastikan tidak ada persoalan lama yang tertinggal dan berpotensi menjadi beban dalam pengelolaan kementerian yang baru.

“Kita tidak ingin persoalan lama ini kemudian menjadi beban di kementerian yang baru,” ujarnya.

Fasilitas asrama haji ini dibangun menggunakan anggaran dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui APBN, serta dana jamaah yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji melalui instrumen sukuk atau investasi syariah.

Dalam proses penataan aset, pihaknya turut melibatkan Kejaksaan Negeri Tarakan untuk melakukan penilaian ulang terhadap aset dan pekerjaan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Kejaksaan Negeri Tarakan kami libatkan untuk melakukan assessment atau penilaian ulang terhadap aset yang dialihkan. Supaya mengetahui kalau ada tunggakan atau kewajiban kepada pihak ketiga yang belum diselesaikan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan asrama haji ini,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proses peralihan aset berjalan secara clean and clear tanpa menyisakan persoalan administratif maupun potensi masalah hukum di kemudian hari.
Selain itu, Dahnil juga menegaskan akan menelusuri temuan-temuan pengawasan pada periode sebelumnya, baik dari inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang belum dituntaskan.

“Kami juga akan mengecek temuan dari Inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan pada tahun sebelumnya yang belum diselesaikan oleh kementerian terdahulu. Ini penting supaya tidak menjadi beban dalam pengelolaan kementerian yang sekarang,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola yang transparan dan akuntabel. Bahkan, Kejaksaan Agung selama ini telah memberikan asistensi dalam berbagai kegiatan kementerian, mulai dari pengadaan barang dan jasa hingga pendampingan di luar negeri.

“Selama ini Kejaksaan Agung juga sudah memberikan asistensi yang melekat dalam berbagai kegiatan kementerian, termasuk pengadaan barang dan jasa, bahkan sampai pendampingan di luar negeri seperti di Arab Saudi,” ujarnya.

Dahnil juga mengungkapkan adanya laporan masyarakat yang tengah diproses kepolisian terkait dugaan kemahalan harga atau markup dalam sejumlah pekerjaan di proyek tersebut.

“Di Tarakan ini juga ada informasi pengaduan masyarakat yang sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian, terkait dugaan kemahalan harga atau markup dalam beberapa pekerjaan. Ini tentu harus segera dituntaskan oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pekerjaan pada periode sebelumnya, termasuk yang dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Yang jelas, kementerian yang baru ini tidak mengetahui proses sebelumnya, tetapi bukan berarti persoalan itu dibiarkan. Tetap harus ada penyelesaian,” lanjutnya.

Tak hanya aspek administratif dan hukum, Dahnil juga menyoroti kondisi fisik bangunan. Ia mengungkapkan adanya informasi kerusakan pada beberapa bagian yang diduga akibat gempa, namun hal tersebut masih perlu diverifikasi secara teknis.

“Kita harus pastikan apakah kerusakan itu benar akibat gempa, atau karena kualitas bangunan yang sejak awal tidak sesuai spesifikasi. Jangan sampai semua langsung dikaitkan dengan gempa tanpa ada verifikasi yang tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan lingkungan asrama, termasuk kebersihan, kerapian, serta penataan area yang belum optimal agar mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi jamaah.

Keberadaan Asrama Haji Transit Tower 2 Tarakan diharapkan dapat memperkuat layanan haji di wilayah perbatasan serta menjadi simpul transit yang representatif bagi jamaah asal Kalimantan Utara sebelum diberangkatkan ke embarkasi utama.

Di akhir kunjungannya, Dahnil meminta seluruh jajaran terkait di daerah untuk segera menuntaskan seluruh persoalan yang ada.

“Jangan ditunda-tunda lagi. Semua harus segera diselesaikan, supaya ke depan pengelolaan asrama haji ini benar-benar bersih dan tidak menyisakan masalah,” pungkasnya.(*)

Pos terkait