TERASKALTARA.ID, MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W Mawa, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXII tingkat Kabupaten Malinau yang digelar di Masjid At-Tauhid, RT 15, Malinau Kota.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari. MTQ ke-XXII ini diikuti sebanyak 326 peserta yang akan berkompetisi dalam 24 cabang lomba, menjadikannya sebagai penyelenggaraan MTQ terbesar sepanjang sejarah di Kabupaten Malinau.
Dalam sambutannya, Wempi menyampaikan rasa syukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membuka kegiatan tersebut, meskipun sebelumnya dijadwalkan memiliki agenda di luar daerah. Ia menegaskan kehadirannya merupakan bentuk komitmen terhadap janji yang telah disampaikan kepada Ketua LPTQ Kabupaten Malinau.
Wempi juga menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang antara infrastruktur dan nilai-nilai spiritual. Menurutnya, kemajuan fisik tanpa diimbangi dengan pembangunan kerohanian dapat menimbulkan potensi perpecahan di tengah masyarakat.
“Kalau kita maju dalam semua sektor, tetapi tidak diiringi dengan kemajuan spiritual, maka itu bisa menimbulkan benih-benih perpecahan. Saya percaya semua agama mengajarkan kebaikan dan pentingnya menjaga hubungan antar sesama,” ujarnya dalam sambutan saat membuka MTQ ke-22 Malinau.
Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Malinau merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan suku dalam kegiatan pembukaan MTQ tersebut.
“Di panggung ini kita melihat kebersamaan, tidak hanya umat Muslim, tetapi juga saudara-saudara kita dari agama lain turut mendukung. Ini adalah wujud toleransi yang harus terus kita pelihara,” katanya.
Selain sebagai ajang syiar Islam, MTQ juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Bupati Wempi juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, keikhlasan, dan menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan MTQ sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Di akhir sambutannya, ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, serta menjadi agen perubahan dalam pembangunan daerah.
“Melalui MTQ ini kita berharap lahir generasi yang mampu membawa nilai-nilai kebaikan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan Malinau yang damai, sejahtera, dan penuh toleransi,” tutupnya.(*)




