Gaungkan Rawat Tradisi dan Pendidikan, 5.100 Peserta Ramaikan Karnaval Budaya Harmoni Kemilau Malinau Utara

karnaval-budaya-malinau-utara.jpeg
Ket Foto: Ribuan warga Malinau Utara ramaikan Karnaval Budaya Kemilau Malinau Utara.

TERASKALTARA.ID, MALINAU– Sebanyak 5.100 peserta meramaikan Karnaval Budaya dalam rangkaian Harmoni Kemilau Kecamatan Malinau Utara, Kamis (13/8). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menampilkan keberagaman budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan semangat pendidikan dan cita-cita kepada generasi muda.

Camat Malinau Utara, Nopis Muhramsyah Ishak, mengatakan Harmoni Kemilau dirancang dengan semangat menjaga tradisi untuk menyongsong masa depan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan Harmoni Kemilau tidak hanya berfokus pada kegiatan hiburan, tetapi diarahkan untuk memberikan fondasi bagi generasi muda melalui olahraga, budaya dan pendidikan.

“Intinya bagaimana caranya menyongsong masa depan, akan tetapi tetap merawat tradisi yang ada di Kecamatan Malinau Utara,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (13/8).

Nopis menjelaskan, Harmoni Kemilau tahun ini diawali dengan kompetisi mini soccer antarsekolah dasar yang telah dibuka beberapa waktu lalu di Desa Putat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan MC yang diselenggarakan melalui PKK Kecamatan Malinau Utara, sebelum puncaknya berupa Karnaval Budaya. Sementara rangkaian kegiatan tersebut nantinya akan ditutup pada 19 Agustus 2026 di Desa Putat.

Untuk karnaval tahun ini, jumlah peserta mencapai sekitar 5.100 orang. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, namun antusiasme masyarakat tetap terlihat dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Nopis mengatakan pemilihan mini soccer dan karnaval budaya sebagai kegiatan rutin bukan tanpa alasan. Mini soccer menjadi salah satu upaya kecamatan membangun fondasi olahraga sejak usia sekolah dasar.

“Skill dari SD ini merupakan fondasi pada saat nanti mereka masuk SMP dan SMA untuk rutin berolahraga, khususnya di futsal dan sepak bola. Jadi ini embrio dari futsal dan sepak bola,” jelasnya.

Ia berharap pembinaan tersebut dapat memberikan hasil dalam beberapa tahun mendatang dengan munculnya bibit-bibit atlet dari Kecamatan Malinau Utara.

Sementara karnaval budaya diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai masa depan mereka. Jika tahun sebelumnya mengangkat tema “Cita-citaku”, semangat tersebut tetap dipertahankan agar anak-anak sejak PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA mulai membayangkan dan mempersiapkan cita-cita mereka.

“Bagaimana adik-adik dari SD, PAUD, TK, SMP, SMA sudah berpikir ingin menjadi apa di kemudian hari,” katanya.

Menurut Nopis, semangat tersebut juga sejalan dengan dukungan Bupati dan Wakil Bupati Malinau terhadap pendidikan melalui berbagai program, salah satunya Desa Sarjana. Program tersebut dinilai memberikan dukungan yang lebih luas kepada mahasiswa, tidak hanya berkaitan dengan biaya pendidikan.

Ia menyebut dukungan tersebut juga diarahkan untuk membantu kebutuhan mahasiswa seperti tempat tinggal, makan hingga transportasi.

Di sisi lain, Harmoni Kemilau juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Malinau Utara yang terdiri dari enam etnis, yakni Abay, Punan, Tidung, Tahol, Tinggalan dan Lundayeh.

Nopis mengatakan keberagaman tersebut telah lama hidup berdampingan. Namun, melalui Harmoni Kemilau, keberagaman tersebut ingin terus dirawat sekaligus diarahkan untuk mendukung visi pembangunan yang berorientasi ke masa depan.

“Menyatukan mereka ini sebenarnya sudah dari dahulu bersatu, cuma bagaimana caranya memakai paradigma untuk program futuristik ini bisa masuk ke dalam pemikiran masyarakat Malinau Utara,” ungkapnya.

Ia menilai dukungan pemerintah daerah melalui berbagai program inovasi turut mendorong masyarakat untuk terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan.

Dengan demikian, Karnaval Budaya Harmoni Kemilau tidak sekadar menjadi perayaan keberagaman, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan nilai budaya sekaligus membangun optimisme generasi muda dalam menatap masa depan. (*ntl)

Pos terkait