Google Cloud: Perusahaan Global Incar RI Perkuat Kehadiran Digital

CEO Google Cloud, Thomas Kurian berbicara kepada media di sela penyelenggaraan Google Cloud Next 26 di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
TERASKALTARA.ID, LAS VEGAS. 24/4 (ANTARA) – CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia menjadi magnet bagi perusahaan internasional untuk memperkuat kehadiran digital mereka di Tanah Air.

Berbicara kepada media di sela penyelenggaraan Google Cloud Next 26 di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (23/4) waktu setempat, Kurian mengatakan terdapat tren peningkatan kerja sama dengan perusahaan global yang ingin menggunakan infrastruktur cloud mereka khusus untuk melayani pelanggan di Indonesia.

“Kami juga melihat bahwa kini, seiring berkembangnya ekonomi Indonesia, perusahaan-perusahaan internasional bekerja sama dengan kami karena mereka ingin menempatkan sistem mereka untuk melayani pelanggan di Indonesia,” katanya.

“Kami juga melihat perusahaan-perusahaan internasional berbicara dengan kami tentang penggunaan cloud kami untuk meng-hosting sistem mereka bagi pelanggan di Indonesia,” sambungnya.

Kurian menuturkan bahwa Google Cloud memiliki jumlah pelanggan yang besar di Indonesia, mulai dari perusahaan komersial, bisnis kecil, maupun pemerintah.

Dirinya turut menegaskan komitmen raksasa teknologi itu untuk terus berinvestasi dalam membawa teknologi terbaru ke Tanah Air.

Menurut dia, penerapan Gemini dan Google Workspace menjadi produk unggulan yang kini mulai diadopsi secara masif oleh pelaku industri lokal di berbagai sektor strategis.

“Ada beberapa contoh perusahaan di Indonesia yang menggunakan alat AI kami, baik itu teknologi AI di Workspace atau platform data kami atau produk portofolio Gemini kami. Dan Anda akan melihat kami terus berinvestasi dalam menghadirkan teknologi kami kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kurian menyinggung mengenai gelombang inovasi terbaru yang baru saja dikenalkan pada Google Cloud Next 26, yang dirancang untuk membantu setiap organisasi di Asia Tenggara berkolaborasi dalam bisnis dengan AI menjadi Agentic Enterprise.

Berlandaskan unified stack yang dirancang untuk mengubah kecerdasan menjadi mesin pertumbuhan, kini AI bukan lagi berada pada versi pertamanya dengan sistem chat di mana orang-orang mengajukan pertanyaan, dan AI ia memberikan jawaban.

Namun, AI kini menuju pada agen kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) otonom yang mampu memahami, bernalar, dan bertindak untuk menghasilkan dampak nyata.

“Versi kedua AI, saya memberikan perintah kepada model, dan kemudian perintah tersebut digunakan untuk menghasilkan gambar atau video. Dan itu adalah keterampilan kedua di mana model dapat membuat konten untuk Anda,” kata dia.

(T.K013//M053/M053) 24-04-2026 04:35:59 – Seni Budaya dan Hiburan – Jakarta

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor : Mentari Dwi Gayati

Las Vegas, 24/4 (ANTARA) – CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia menjadi magnet bagi perusahaan internasional untuk memperkuat kehadiran digital mereka di Tanah Air.

Berbicara kepada media di sela penyelenggaraan Google Cloud Next 26 di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (23/4) waktu setempat, Kurian mengatakan terdapat tren peningkatan kerja sama dengan perusahaan global yang ingin menggunakan infrastruktur cloud mereka khusus untuk melayani pelanggan di Indonesia.

“Kami juga melihat bahwa kini, seiring berkembangnya ekonomi Indonesia, perusahaan-perusahaan internasional bekerja sama dengan kami karena mereka ingin menempatkan sistem mereka untuk melayani pelanggan di Indonesia,” katanya.

“Kami juga melihat perusahaan-perusahaan internasional berbicara dengan kami tentang penggunaan cloud kami untuk meng-hosting sistem mereka bagi pelanggan di Indonesia,” sambungnya.

Kurian menuturkan bahwa Google Cloud memiliki jumlah pelanggan yang besar di Indonesia, mulai dari perusahaan komersial, bisnis kecil, maupun pemerintah.

Dirinya turut menegaskan komitmen raksasa teknologi itu untuk terus berinvestasi dalam membawa teknologi terbaru ke Tanah Air.

Menurut dia, penerapan Gemini dan Google Workspace menjadi produk unggulan yang kini mulai diadopsi secara masif oleh pelaku industri lokal di berbagai sektor strategis.

“Ada beberapa contoh perusahaan di Indonesia yang menggunakan alat AI kami, baik itu teknologi AI di Workspace atau platform data kami atau produk portofolio Gemini kami. Dan Anda akan melihat kami terus berinvestasi dalam menghadirkan teknologi kami kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kurian menyinggung mengenai gelombang inovasi terbaru yang baru saja dikenalkan pada Google Cloud Next 26, yang dirancang untuk membantu setiap organisasi di Asia Tenggara berkolaborasi dalam bisnis dengan AI menjadi Agentic Enterprise.

Berlandaskan unified stack yang dirancang untuk mengubah kecerdasan menjadi mesin pertumbuhan, kini AI bukan lagi berada pada versi pertamanya dengan sistem chat di mana orang-orang mengajukan pertanyaan, dan AI ia memberikan jawaban.

Namun, AI kini menuju pada agen kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) otonom yang mampu memahami, bernalar, dan bertindak untuk menghasilkan dampak nyata.

“Versi kedua AI, saya memberikan perintah kepada model, dan kemudian perintah tersebut digunakan untuk menghasilkan gambar atau video. Dan itu adalah keterampilan kedua di mana model dapat membuat konten untuk Anda,” kata dia.

(T.K013//M053/M053) 24-04-2026 04:35:59 – Seni Budaya dan Hiburan – Jakarta

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor : Mentari Dwi Gayati

Pos terkait