Setelah LPG Naik, Harga Minyak Kita Melonjak Tajam Capai 25 Ribu per Liter di Malinau

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali terjadi di Kabupaten Malinau. Setelah harga LPG non-subsidi jenis Bright Gas ukuran 5,5 kilogram menembus Rp 145 ribu, kini giliran minyak goreng yang ikut mengalami lonjakan signifikan, khususnya produk merk Minyak Kita.

Di tingkat pedagang, harga Minyak Kita dilaporkan naik tajam dan diikuti dengan menipisnya ketersediaan barang di pasaran.

“Minyak kita sekarang 1 dus isi 1 liter sekitar Rp 265 sampai Rp 270 ribu, sebelumnya Rp 215 ribu. Yang 5 liter sekitar Rp 500 ribuan, eceran Rp 135 ribu, sebelumnya cuma Rp 98 ribu,” ungkap salah satu pedagang, Ibu Eni, saat dimintai keterangan.

Ia juga menyebut stok minyak tersebut mulai sulit ditemukan di sejumlah toko. “Di toko-toko juga kurang stoknya. Kemarin saya ambil harga 1 liter Rp 235 ribu perdus, saya jual kan Rp 25 ribu per liter, sekarang mungkin sudah Rp 30 ribuan per liter,” katanya.

Menurutnya, hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan, namun lonjakan paling tinggi terjadi pada merek Minyak Kita. Sementara itu, untuk merek lain seperti Bimoli, kenaikannya relatif lebih stabil.

“Semua minyak naik, cuma yang paling naik minyak kita. Kalau Bimoli memang dari dulu agak mahal, jadi tidak terlalu kaget. Sekarang 1 liter Rp 28 ribu, sebelumnya Rp 25 ribu,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Malinau per 13 April 2026 lalu, harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyak Kita kemasan 1 liter tercatat sebesar Rp 15.700. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan harga jual telah jauh melampaui angka tersebut.

Seorang warga Malinau, Rahmawati, mengaku harus mengatur ulang pengeluaran rumah tangga akibat kenaikan harga minyak goreng.

“Sekarang terasa sekali naiknya. Biasanya saya beli minyak goreng masih di bawah Rp 20 ribu per liter, sekarang sudah hampir Rp 30 ribu. Ini semua naik kemarin LPG juga naik,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kalau bisa harganya kembali seperti kemarin atau setidaknya tidak naik terus. Karena ini kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak Disperindagkop Malinau juga telah melakukan pemantauan langsung ke Pasar Induk sebagai upaya pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat membuat masyarakat semakin terbebani, seiring kenaikan beruntun pada sejumlah kebutuhan pokok dalam waktu yang hampir bersamaan.

Pos terkait