TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tarakan menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tarakan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menyiapkan tahapan berikutnya.
Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul mengatakan, pembangunan daerah akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai visi Kota Tarakan. Memasuki 2027, pemerintah daerah mulai menyiapkan penajaman program, termasuk penguatan pendidikan dan ekonomi.
Khairul menyampaikan hal tersebut usai memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Tarakan Art Convention Center (TACC), Senin (17/8/2026).
Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan melihat kembali perjalanan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah bersama masyarakat.
“Visi ini sudah pakem dan itu setiap tahun tahapannya ada,” ujar Khairul.
Ia menjelaskan, pada tahun berjalan pemerintah masih memberikan perhatian besar terhadap pembangunan kesehatan dan pendidikan. Namun, arah pembangunan pada 2027 akan mengalami penajaman.
“Kalau sekarang fokus kita kepada pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan. Nah, tahun depan ini saya kira fokus kita tentu akan lebih banyak ke pendidikan dalam rangka menopang atau menuju ke terwujudnya kota cerdas tersebut,” katanya.
Penguatan pendidikan tersebut dinilai penting karena pembangunan kota membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan kebutuhan daerah, termasuk kebutuhan dunia kerja.
Persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Khairul menyebut tingkat pengangguran di Tarakan memang mengalami penurunan, tetapi masih berada pada angka yang cukup tinggi.
“Memang tingkat pengangguran ini juga menjadi persoalan kita. Walaupun ada terjadi penurunan, tapi masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tentu ini juga akan menjadi perhatian dari pemerintah kota,” ujarnya.
Menurut Khairul, penyediaan lapangan kerja tidak dapat dilepaskan dari pertumbuhan investasi. Semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan.
“Kalau tak ada investasi kan agak sulit juga untuk penciptaan lapangan pekerjaan. Oleh karena itulah, atmosfer untuk pertumbuhan investasi ini juga terus kita jaga agar investasi di Kota Tarakan terus masuk,” katanya.
Namun, tersedianya lapangan kerja belum otomatis menyelesaikan persoalan pengangguran. Masyarakat juga harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Karena itu, pemerintah akan mendorong peningkatan pelatihan bagi masyarakat agar mampu memenuhi kualifikasi pekerjaan yang tersedia.
“Di samping juga upaya-upaya dari pemerintah sendiri, misalnya meningkatkan pelatihan untuk anak-anak kita supaya mereka bisa mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia. Ada nanti lapangan tersedia tapi tidak memenuhi kualifikasi kan juga masalah,” jelasnya.
Dengan demikian, pemerintah melihat penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai dua hal yang harus berjalan bersamaan.
Selain pendidikan, pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian dalam tahapan pembangunan berikutnya. Khairul menyebut pertumbuhan ekonomi Tarakan saat ini berada di kisaran 5 persen lebih.
Angka tersebut masih di bawah target awal pemerintah kota yang mencapai 8 persen.
“Jadi fokus perhatian kita memang di tahun depan pasti masalah ekonomi. Kalau sekarang kan fokus kita kepada pembangunan, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan,” ungkapnya.
Meski terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan perkembangan positif, Khairul menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti melakukan pembangunan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tarakan disebut terus meningkat setiap tahun dan berada di atas rata-rata nasional maupun Kalimantan Utara. Di sisi lain, angka kemiskinan juga disebut terus mengalami penurunan.
Capaian tersebut, kata Khairul, harus dipertahankan sekaligus ditingkatkan. “Kalaupun sudah tercapai kan harus kita pelihara, bahkan kalau bisa kita tingkatkan lagi menjadi lebih baik seperti itu. Jadi saya kira tidak akan berhenti proses development ataupun pengembangan ini akan terus kita lakukan,” tuturnya.
Bagi Khairul, peringatan kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa pembangunan merupakan bagian dari tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.
Ia mengatakan capaian pembangunan Tarakan yang saat ini berada di atas rata-rata nasional maupun Kalimantan Utara tetap harus dijaga.
“Walaupun mungkin sudah di atas rata-rata nasional, di atas rata-rata Kalimantan Utara, tetap saya kira akan terus kita minimal mempertahankan. Kalau bisa ditingkatkan lagi supaya lebih baik,” katanya.
Visi pembangunan Tarakan diarahkan pada pengembangan kota yang ditopang perdagangan, jasa dan ekonomi kreatif dengan tetap memperhatikan lingkungan hidup.
Karena itu, tahapan pembangunan 2027 akan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi menuju visi tersebut. Pendidikan disiapkan untuk membangun kualitas sumber daya manusia, sementara penguatan ekonomi dan investasi diharapkan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Proses pembangunan ini tidak akan berhenti. Walaupun sudah ada yang tercapai, tetap harus kita pelihara dan kalau bisa kita tingkatkan lagi menjadi lebih baik,” tutup Khairul.






