TERASKALTARA.ID, MALINAU – Speedboat Malinau Express 89 rute Tarakan–Malinau mengalami kandas di gusung sekitar wilayah Seputuk saat dalam perjalanan menuju Kabupaten Malinau, Selasa (1/9/2026) malam. Sebanyak 59 penumpang berhasil dievakuasi dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Malinau.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, Aji Widodo, mengatakan kandasnya speedboat tersebut diduga kuat dipengaruhi kondisi kabut asap yang menebal sehingga mengganggu jarak pandang dan navigasi motoris.
“Adanya penebalan kabut asap sehingga navigasi beliau cukup terganggu. Kemudian motoris mengambil arah agak ke kanan sehingga masuk kepada gusung dan speed itu mengalami berhenti,” ujar Aji.
Menurutnya, kondisi perairan yang dangkal di lokasi tersebut membuat speedboat tidak dapat melanjutkan perjalanan. Para penumpang kemudian harus menunggu hingga proses evakuasi dilakukan oleh petugas dan armada bantuan.
Selain gangguan navigasi akibat kabut asap, Aji menyebut terdapat sedikit gangguan pada mesin speedboat. Namun, gangguan tersebut dinilai tidak terlalu vital dan bukan faktor utama penyebab kandas.
“Memang ada sedikit trouble mesin, tetapi tidak terlalu vital. Yang lebih utamanya dominan karena kabut asap tersebut,” jelasnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Dishub Malinau sekitar pukul 18.30 WITA. Setelah menerima laporan, Aji langsung menuju pelabuhan dan berkoordinasi dengan KSOP, KPLP, BPBD serta pihak terkait lainnya untuk melakukan proses evakuasi.
Dishub kemudian meminta bantuan armada speedboat yang sedang berada di Malinau. Dua speedboat dengan kapasitas sekitar 15 dan 25 orang dikerahkan untuk membantu mengevakuasi penumpang Malinau Express 89.
Berdasarkan manifest, terdapat 59 penumpang di dalam speedboat tersebut, terdiri dari 58 orang dewasa dan satu anak-anak. Aji memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa adanya korban.
“Syukur Alhamdulillah, tepat pukul 10 kita sudah bisa evakuasi semua. Tidak ada korban apa pun. Intinya penumpang bisa tiba di Pelabuhan Malinau dengan kondisi baik dan sehat dan semuanya selamat,” ungkapnya.
Setelah proses penanganan dilakukan, seluruh penumpang berhasil melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelabuhan Malinau sekitar pukul 22.00 WITA.
Aji mengatakan kondisi bodi Malinau Express 89 tidak mengalami kerusakan akibat kandas di gusung. Namun, terdapat indikasi gangguan pada beberapa mesin yang akan ditangani oleh pihak pengelola.
“Untuk bodi speed tidak ada mengalami perubahan apa-apa, selamat semua. Hanya nanti mungkin trouble mesin saja,” katanya.
Ia menambahkan, hujan lebat baru turun setelah proses evakuasi berlangsung, ketika perjalanan menuju Malinau sudah kembali dilanjutkan. Hujan terjadi di sekitar wilayah Lapis dan tidak menghambat proses evakuasi.
Pasca kejadian tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau kembali mengingatkan seluruh motoris dan penyedia jasa transportasi untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Aji mengatakan kabut asap dapat mengganggu jarak pandang dan berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan, terutama bagi transportasi sungai.
“Kami sudah mengimbau melalui pamflet agar pengguna jasa layanan transportasi, baik sungai, udara maupun darat, tetap waspada dan berhati-hati. Situasi kabut asap ini cukup mengganggu jarak pandang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Dishub Malinau akan memanggil seluruh operator speedboat yang beroperasi di wilayah Malinau untuk kembali menyampaikan imbauan keselamatan.
“Kami coba besok panggil semua armada speed yang ada di Malinau untuk bisa ke Dinas Perhubungan. Nanti kami akan mengimbau kembali langsung kepada armada-armada yang memberikan jasa layanan transportasi, khususnya di sungai,” pungkas Aji. (*ntl)






