Layanan Imigrasi ‘Turun Gunung’, Warga Serbu Jemput Bola: Ratusan Paspor Tuntas Tanpa ke Tarakan

TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Program jemput bola yang digagas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan sukses mencuri perhatian masyarakat. Tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Tarakan, ratusan warga di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung kini bisa mengurus paspor dengan mudah, cepat, dan efisien.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam pelaksanaan layanan Imigrasi Untuk Rakyat di Kabupaten Malinau yang berlangsung selama tiga hari, 13 hingga 15 April 2026. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 242 permohonan paspor berhasil diselesaikan.

Jumlah pemohon bahkan menunjukkan tren peningkatan signifikan setiap harinya. Pada hari pertama tercatat 76 permohonan, meningkat menjadi 100 permohonan di hari kedua, dan 66 permohonan di hari ketiga.

Sementara itu, di Kabupaten Tana Tidung, layanan serupa melalui program LAPAK IKAN yang digelar pada 17 hingga 18 April 2026 juga tak kalah diminati. Bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP), kegiatan ini melayani sekitar 60 pemohon per hari.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Okky Setyawan, menegaskan bahwa program jemput bola ini merupakan bentuk nyata komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan keimigrasian yang merata hingga ke wilayah dengan keterbatasan akses.

“Pelayanan ini kami hadirkan langsung di daerah agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Tarakan hanya untuk mengurus paspor. Ini bagian dari upaya kami mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah seperti Malinau dan Tana Tidung memiliki tantangan geografis yang cukup besar, sehingga inovasi layanan menjadi kebutuhan mendesak.

“Kami memahami kendala masyarakat, mulai dari jarak, waktu, hingga biaya transportasi. Karena itu, kami hadir langsung agar layanan bisa lebih mudah, cepat, dan efisien,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh tahapan pengurusan paspor dilakukan di lokasi kegiatan. Mulai dari verifikasi berkas, pengambilan data biometrik, hingga wawancara, semuanya dapat diselesaikan tanpa harus datang ke kantor imigrasi.

“Semua proses dilakukan di tempat, sehingga masyarakat benar-benar dimudahkan dan tidak perlu lagi datang ke kantor imigrasi,” tambah Okky.

Tak hanya layanan paspor, kegiatan di Malinau juga dirangkaikan dengan berbagai layanan tambahan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian suplemen, hingga pameran produk UMKM dan karya warga binaan pemasyarakatan.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan manfaat lebih dalam satu kegiatan, tidak hanya layanan paspor tetapi juga layanan lainnya,” katanya.

Keberhasilan program ini juga didukung penuh oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait yang turut berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Tingginya antusiasme warga yang rela datang sejak pagi hari menjadi bukti bahwa layanan jemput bola sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

“Respons masyarakat sangat positif karena layanan ini benar-benar membantu, baik dari sisi waktu maupun biaya,” tuturnya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Tarakan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program jemput bola ke wilayah lain di Kalimantan Utara.

“Kami akan terus berupaya agar layanan seperti ini berkelanjutan, sehingga masyarakat di daerah tetap mendapatkan akses pelayanan yang sama,” pungkasnya.(*)

Pos terkait