TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Modus transaksi narkotika melalui lubang tersembunyi kembali ditemukan di Kota Tarakan. Meski bukan cara baru, praktik ini kembali mencuat setelah Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan menemukan titik lubang baru di kawasan Timbunan RT 12, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.
Temuan tersebut didapat saat razia rutin yang digelar pada Senin (27/4/2026), menyasar wilayah yang selama ini dikenal rawan peredaran narkotika.
Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik melalui Ketua Tim Pemberantasan, Agus Andi Suprayitno mengatakan, pola penggunaan lubang sebagai media transaksi sebenarnya sudah lama digunakan, namun pelaku kembali membuat titik baru untuk menghindari pantauan petugas.
“Modus ini bukan baru, sebelumnya sudah pernah kami temukan dan tutup. Sekarang muncul lagi dengan lubang baru di kawasan yang sama,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, tim bergerak dari jalur belakang untuk menghindari terdeteksi. Petugas sempat menemukan sekelompok warga yang berkumpul, namun tidak didapati barang bukti narkotika.
Selanjutnya, petugas melakukan penelusuran hingga menemukan lubang yang telah disamarkan. Bagian atasnya ditutup menggunakan batako dan ditimpa kaleng bekas cat sehingga menyerupai tempat sampah.
“Secara kasat mata terlihat seperti tempat biasa. Tapi setelah kami telusuri, ternyata itu lubang yang diduga digunakan untuk transaksi,” jelasnya.
Setelah dibongkar, lubang dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter itu ditemukan berada di bawah kolong rumah. Di dalamnya, petugas hanya menemukan alat-alat sederhana serta secarik kertas berisi angka nominal yang diduga sebagai catatan transaksi.
“Kami menemukan kertas bertuliskan angka seperti 100 ribu dan 50 ribu. Diduga itu kode transaksi, tapi tidak ada narkotika yang ditemukan,” katanya.
BNNK menduga aktivitas di lokasi tersebut sudah dihentikan sementara karena keberadaan petugas terdeteksi lebih dulu.
“Selama kegiatan tidak ada aktivitas mencurigakan. Kemungkinan mereka sudah mengetahui keberadaan kami,” ujarnya.
Agus menegaskan, meski titik lama telah ditutup, para pelaku tetap menggunakan pola serupa dengan berpindah lokasi di kawasan yang sama.
“Pola lama masih digunakan, hanya titiknya yang berpindah. Ini yang terus kami pantau,” tegasnya.
BNNK Tarakan juga mengakui masih minimnya informasi dari masyarakat menjadi kendala dalam pengungkapan kasus. Untuk itu, pihaknya kembali mengajak warga berperan aktif dengan jaminan perlindungan identitas.
“Kami jamin kerahasiaan pelapor. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mengungkap jaringan ini,” pungkasnya.(*)




