TERASKALTARA.ID, MALINAU – Harga cabai di Pasar Induk Malinau mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp 102.500 per kilogram, kini harga cabai mencapai Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram.
Pedagang cabai di Pasar Induk Malinau, Umilia, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak tingkat petani. Menurutnya, harga cabai yang diterima pedagang dari petani lokal saat ini mencapai Rp 120 ribu per kilogram sehingga memengaruhi harga jual di pasar.
“Cabai yang naik harganya ini pak. Kita ambil dari petani itu cabai Rp 120 ribu per kilogram, baru kita jualkan Rp130 ribu sampai Rp 135 ribu per kilogram. Diambil dari petani Malinau,” ujarnya.
Berdasarkan rilis terakhir Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Malinau pada 2 Juni 2026, harga cabai masih berada di angka Rp102.500 per kilogram. Dengan harga saat ini yang menembus Rp135 ribu per kilogram, kenaikan mencapai lebih dari Rp30 ribu per kilogram.
Meski demikian, Umilia mengakui pemerintah daerah melalui Disperindagkop rutin melakukan pemantauan harga di pasar untuk memastikan perkembangan harga kebutuhan pokok tetap terpantau.
“Iya pak, sering juga Disperindagkop ngecek ke pasar. Seminggu sekali datang cek-cek harga,” katanya, Sabtu (13/6).
Kenaikan harga cabai tidak hanya disampaikan oleh pedagang dan ibu rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kuliner yang menjadikan cabai sebagai bahan baku utama. Salah satunya adalah pemilik warung makan di Malinau, Siti, yang setiap tiga hari sekali membeli cabai untuk membuat sambal menunya.
Menurut Siti, kebutuhan cabai di warungnya bisa mencapai beberapa kilogram dalam sepekan. Dengan harga yang terus meningkat, artinya biaya operasional usaha ikut bertambah.
“Ya, Kalau cabai naik begini tentu terasa pak. Setiap hari kami buat sambal untuk pembeli, jadi lombok ini juga bahan utama diwarung,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Meski biaya produksi meningkat, Siti mengaku belum berencana menaikkan harga makanan yang dijual karena khawatir memberatkan pelanggan. Ia berharap harga cabai dapat kembali stabil dalam waktu dekat sehingga usaha kuliner kecil tidak semakin terbebani.
Lonjakan harga cabai menjadi salah satu kenaikan komoditas pangan yang paling dirasakan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakatp berharap Pemerintah daerah terus memantau ketersediaan pasokan agar gejolak harga tidak berlangsung berkepanjangan dan memberatkan masyarakat. (*st)






