Pimpin Evaluasi KLA Malinau, Wabup Jakaria Bidik Predikat Sempurna pada 2029

TERASKALTARA.ID, MALINAU — Wakil Bupati Malinau, Jakaria, memimpin rapat evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Intulun, Kamis (30/4).

Laporan terkait progres KLA ini disampaikan oleh 6 sesi, sesi pertama laporan dari bidang hukum, laporan berikutnya secara bertahap dilaporkan oleh masing-masing klaster 1 sampai klaster 5. Adapun masing-masing klaster di ampuh oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam wawancara bersama Teras Kaltara, Jakaria menyampaikan bahwa capaian KLA Kabupaten Malinau saat ini berada pada kategori Nindya dengan nilai 736,75. Meski dinilai cukup baik, ia menegaskan hasil tersebut masih akan melalui tahapan penilaian lanjutan di tingkat provinsi hingga kementerian.

“Ini sudah prestasi kita, mungkin cukup baik. Namun masih dinilai lagi dari provinsi dan kementerian KLA. Yang kita syukuri, Malinau sudah termasuk dalam Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malinau akan memberikan dukungan penuh kepada gugus tugas KLA yang telah dibentuk dan diketuai oleh Sekretaris Daerah. Menurutnya, peran aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting, terutama dalam memperkuat kolaborasi serta menghadirkan inovasi di masing-masing klaster penilaian.

Jakaria juga menyoroti masih adanya sejumlah OPD dengan nilai yang belum optimal. Ia meminta agar segera dilakukan pembenahan, mengingat masih tersedia waktu hingga awal September untuk melengkapi berbagai kebutuhan, baik dari sisi manajemen maupun regulasi pendukung perlindungan anak.

“Kita sudah perintahkan OPD pengampu untuk segera melengkapi kebutuhan, termasuk regulasi yang berkaitan dengan perlindungan anak di Kabupaten Malinau,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa KLA merupakan bagian penting dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Menurutnya, kualitas generasi masa depan tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan harus dipersiapkan melalui program yang berkelanjutan.

“SDM itu yang utama. Tidak bisa kita tambah secara instan, harus dipersiapkan sejak dini. Makanya ada program wajib belajar Malinau Maju dan Desa Sarjana,” jelasnya.

Ia berharap, pada akhir masa kepemimpinan bersama Bupati Wempi W. Mawa pada 2029 mendatang, generasi muda Malinau sudah siap bersaing di berbagai sektor.

Selain itu, Jakaria juga menekankan pentingnya perlindungan anak secara menyeluruh, termasuk penyediaan fasilitas bermain yang aman dan layak, serta lingkungan sekolah yang ramah anak.

Menurutnya, KLA merupakan bagian dari hulu pembangunan yang harus dirancang secara bertahap melalui klaster-klaster yang ada, dengan tujuan akhir memastikan tidak ada lagi anak terlantar di Kabupaten Malinau.

“Target kita di 2029, Malinau menjadi Kabupaten Layak Anak yang sempurna. Ini harus kita siapkan dari sekarang,” pungkasnya.(*)

Pos terkait