TERASKALTARA.ID, MALINAU– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, meminta para guru yang telah menyelesaikan Program Magister (S2) Pendidikan Inklusi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) agar membuktikan kualitas diri melalui peningkatan kinerja dan pengabdian demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Malinau.
Pesan tersebut disampaikan Ernes saat menghadiri Yudisium Mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Inklusi UNY yang dilaksanakan secara daring dari Ruang Tebengang, Jumat (31/7).
Dalam sambutannya, Ernes menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan magister dan resmi menyandang gelar Magister Pendidikan. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar penambahan gelar akademik, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi yang lebih besar di dunia pendidikan.
“Mulai hari ini Bapak dan Ibu sudah bisa menyandang gelar M.Pd Legalitasnya sudah jelas. Bagi ASN, tinggal mengikuti tahapan administrasi sesuai ketentuan, seperti izin belajar maupun tugas belajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Malinau selama ini terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui berbagai program, mulai dari pemberian izin belajar, tugas belajar hingga beasiswa pendidikan.
Menurut Ernes, komitmen tersebut bahkan mendapat apresiasi dari sejumlah pemerintah daerah lain karena dinilai memberikan ruang yang luas bagi aparatur untuk meningkatkan kompetensinya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah harus dibalas dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ayo tunjukkan kembali di tempat Bapak dan Ibu bekerja bahwa gelar yang diperoleh hari ini benar-benar membawa manfaat. Tanggung jawab kita sekarang adalah membuktikan kemampuan, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.
Secara khusus, Ernes berharap para lulusan Program Magister Pendidikan Inklusi mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Ia menilai tantangan pendidikan di Kabupaten Malinau masih cukup besar, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan yang belum memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB). Karena itu, guru dituntut memiliki kreativitas, inovasi, dan kepedulian agar seluruh anak tetap memperoleh hak pendidikan yang setara.
“Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus diterapkan di sekolah masing-masing. Kehadiran guru yang memahami pendidikan inklusi akan sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang tidak diskriminatif dan mampu mengakomodasi kebutuhan semua peserta didik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ernes juga berbagi kisah perjuangannya saat menempuh pendidikan magister pada akhir 1990-an. Ia mengaku harus berjuang membiayai kuliah dengan kondisi ekonomi yang terbatas sebagai seorang pegawai negeri.
Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih baik karena pemerintah telah membuka berbagai akses bantuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh ASN untuk meningkatkan kompetensi.
“Sekarang kesempatan jauh lebih besar. Pemerintah sudah memberikan banyak dukungan. Karena itu manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri,” terangnya.
Menutup sambutannya, Ernes mengingatkan agar seluruh lulusan senantiasa bersyukur atas pencapaian yang telah diraih dan terus mengembangkan kemampuan demi mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Malinau.
“Pertama yang harus dilakukan setelah ini adalah bersyukur. Kalau kita bersyukur, kita tahu arti kata cukup, tahu arti kelimpahan, dan tidak akan pernah merasa kekurangan. Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat Kabupaten Malinau,” tutupnya. (*ntl)







