TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pengisian jabatan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Malinau resmi dilakukan untuk memperkuat struktur manajerial Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan daerah, setelah jabatan direktur sebelumnya sempat mengalami kekosongan akibat pengunduran diri pejabat terdahulu.
Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, ujian tertulis, hingga sesi wawancara mendalam oleh tim penguji.
Dari hasil seleksi tersebut, usahawan muda Theofilus Y. Lufung terpilih sebagai Direktur Perumda Intimung periode 2026–2031.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, secara resmi melantik pimpinan baru Perumda Intimung untuk masa jabatan tersebut, Kamis (4/26).
“Kita berharap sesuai dengan komitmen atau paparan yang telah disampaikan oleh direktur melalui proses seleksi maupun wawancara, strategi yang ada dapat disesuaikan dengan kondisi bisnis yang dimiliki Perumda itu sendiri,” ujarnya usai pelantikan.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan, mengingat BUMD merupakan badan usaha yang memiliki risiko tinggi terhadap keuntungan maupun kerugian secara komersial.
Manajemen baru juga diminta lebih jeli dalam membaca peluang pasar, seiring tantangan ekonomi ke depan yang diprediksi semakin kompleks dan dinamis.
Selain itu, efisiensi biaya operasional menjadi poin penting agar penyertaan modal yang bersumber dari APBD dapat dimanfaatkan secara optimal dan mampu menghasilkan keuntungan.
“Oleh sebab itu, bagaimana bisa melakukan efisiensi, artinya operasional kecil, tetapi mampu menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia untuk menjalankan bisnis,” tambahnya.
Optimalisasi seluruh unit usaha yang dimiliki Perumda Intimung diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.(*)




